JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Menteri Kesehatan Korea Selatan Dicopot Gegara Dinilai Tak Mampu Kendalikan Kasus Covid-19

tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penambahan kasus positif di Korea Selatan memakan “korban” Menteri Kesehatan negara setempat.
Bukan korban secara medis, namun Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan, Park Neung-hoo dicopot dari jabatannya lantaran dinilai kurang mampu menangani pandemi Covid-19 yang melanda negara tersebut.

Pencopotan jabatan Menteri Kesehatan tersebut, dilakukan bersamaan dengan perombakan kabinet pada Jumat (4/12/2020) kemarin oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

Merujuk laporan Kantor Berita Yonhap, Moon menunjuk Kwon Deok-cheol untuk menggantikan Park Neung-hoo. Ia merupakan birokrat senior yang memiliki keahlian dalam bidang kesejahteraan sosial dan perawatan kesehatan.

Baca Juga :  Doa Paus Fransiskus dari Vatikan untuk Korban Gempa Bumi dan Kecelakaan Sriwijaya Air SJ182, Sebelumnya Sempat Kirim Telegram Duka Cita

Kwon, 59 tahun, merupakan lulusan Universitas Sungkyunkwan di Seoul. Ia memulai karirnya sebagai birokrat di kementerian pada 1987 dan terus menerus naik pangkat dengan diangkat ke berbagai posisi kunci di kementerian.

Keputusan ini menandai pertama kalinya dalam 19 tahun seorang pegawai senior dalam kementerian diangkat sebagai kepala badan pemerintah yang biasanya diambil oleh politikus dan sarjana.

Selain itu, Presiden Moon juga mereshuffle tiga menteri lainnya. Mereka adalah Menteri Pertahanan Kim Hyun-mee, Menteri Dalam Negeri Chin Young, dan Menteri Keseteraan Gender Lee Jung-ok.

Baca Juga :  Ini Prediksi Dampak Pelantikan Joe Biden Bagi Indonesia

Kwon memainkan peran penting selama wabah Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) di Korea Selatan pada 2015. Dia diharapkan untuk memimpin berbagai kebijakan kesehatan di tengah pandemi virus corona.

Korea Selatan melaporkan penambahan kasus positif Covid-19 tertinggi dalam sembilan bulan pada Jumat. Setidaknya 629 lebih kasus Covid-19 dilaporkan, termasuk 600 infeksi lokal, sehingga total keseluruhan kasus positif di negara itu menjadi 36.332. Sementara jumlah yang tewas bertambah tujuh sehingga total kematian menjadi 536.

www.tempo.co