JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Pandemi Belum Berakhir, Majelis Dikti PP Muhammadiyah Instruksikan Semua Guru Sekolah Muhammadiyah Lebih Inovatif. Pembelajaran Diminta Tak Bergantung Pada Google

Foto/Beni Indra

IMG 20201214 WA0101
Foto/Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Majelis Pendidikan Tinggi (Dikti) Pimpinan Pusat PP Muhammadiyah mengintruksikan kepada seluruh sekolah Muhammadiyah di Indonesia wajib menerapkan strategi khusus sistem pembelajaran ditengah pandemi covid 19 ini.

Yakni memacu para guru harus inovatif mencerahkan agar murid sekolah tidak menggantungkan belajar pada Google.

Pasalnya menurut PP Muhamnadiyah dalam pendidikan itu ruhnya terdapat pada guru sebagai peran kunci yang mengantarkan kesuksesan pendidikan murid.

Sehingga peran guru itu tidak akan bisa tergantikan dengan media apapun termasuk aplikasi media internasional sekalipun seperti Google dan sejenisnya.

Sekretaris Majelis Dikti PP Muhammadiyah Muhammad, Sayuti mengatakan secara hakiki gurulah yang bisa mencerahkan murid, bukan Google ataupun aplikasi teknologi informatika lainnya.

Sebab aplikasi Google dan sejenisnya hanya bisa membantu jawaban atas materi pendidikan. Namun peran google secara psikologis jauh tidak bisa menyamai peran guru dimanapun.

“Kita semua tahu disaat pandemi covid 19 seperti ini murid bisa saja bergantung pada google untuk membantu materi pendidikan, tetapi Goole tidak bisa mencerahkan mendorong memotivasi murid,” tandasnya saat menjadi pembicara pada acara Rakor Triwulan Pimpinan Daerah Muhammadiyah PDM Karanganyar.

Baca Juga :  Ingatkan Warga Taat Prokes, Polres Karanganyar Kerahkan Senjata Pakai Polwan-Polwan Cantik. Agus Mengaku Senang Jadi Lebih Aman

Bahkan Muhammad Sayuti menegaskan sistem pembelajaran dengan guru bisa memberikan resonansi langsung terhadap murid karena ruh guru sangat berbeda dengan apkikasi teknologi informatika yang canggih sekalipun.

“Maka dari itu peran guru itu luar biasa tidak bisa tergantikan dengan media apapun apalagi pada saat pandemi covid seperti ini,” serunya.

Untuk itu Muhammad Sayuti menekankan guru di era Abad 21 ini mutlak harus meniliki kompetensi dan bukan sekedar formalitas ijazah.

Namun guru harus memiliki inovasi serta strategi jitu termasuk saat menghadapi pendidikan ditengah pandemi covid agar muridnya tidak hanya text book ataupun bersandar pada google semata.

Memang diakui pola pendidikan tatap muka lebih utama karena terjadi hubungan emosional guru dan murid.

Baca Juga :  Hari H Lebaran,  Polres Karanganyar Sita Dua Unit Mesin Judi Penyedot Uang  Fitrah

Namun karena pandemi, diharapkan guru sekolah Muhammadiyah harus benar-benar mumpuni bukan sekedar rutinitas mengajar saja bisa menghidupkan suasana belajar yang nyaman dan disenangi murid.

“Ini tantangan karena sistem online maka guru bukan saja menyuruh membuat tugas saja tapi guru bisa membangkitkan mencerahkan memotivasi murid pada pembelajaran sistem ionline ini,” lanjutnya.

Sementara itu Sekretaris PDM Karanganyar, Sarilan M. Ali mengatakan segera menindaklanjuti saran tersebut melalui Majelis Dikdasmen PDM Karanganyar.

“Persaingan pendidikan itu harus didorong dengan mutu yang bagus baik mutu guru, murid dan sistem sehingga tercapai keberhasilan,” tandasnya.

Kasek SMA Muhi Karanganyar, Sumarwanto mengatakan segera melakukan sinkronisasi peningkatan mutu guru agar sistem pembelajaran ditengah pandemi tidak menjenuhkan dan monoton.

“Covid kan belum tahu kapan berakhir maka kami segera melakukan peningkatan mutu guru agar bukan hanya mengajar namun bisa mencerahkan walau via online,” ujarnya.Beni Indra