JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Pandemi Virus Corona Semakin Dekat, Bagaimana Jika Ada Anggota Keluarga yang Terinfeksi? Simak Tips Tinggal Serumah dengan Pasien Covid-19

Ilustrasi keluarga pakai masker. Foto: pexels.com

JOGLOSEMARNEWS.CO – Situasi pandemi Covid-19 hingga saat ini belum juga mereda. Bahkan, jumlah kasus positif terus bertambah, termasuk di Indonesia yang telah menembus angka 700.000 kasus pada Jumat (25/12/2020).

Salah satu yang menimbulkan kekhawatiran yakni saat orang-orang di sekitar kita sudah ada yang terinfeksi virus corona. Bahkan kini telah terjadi penyebaran dalam klaster keluarga.

Dengan semakin bertambahnya kasus positif Covid-19, peluang orang-orang terdekat terpapar virus corona memang semakin besar. Tidak jarang, dalam satu keluarga ada salah seorang yang positif Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri.

Lantas bagaimana jika ada anggota keluarga yang tinggal serumah ternyata terinfeksi virus corona? Bagaimana cara agar anggota keluarga lain tidak tertular?

Bukan tidak mungkin dalam satu rumah ada satu orang yang terinfeksi virus corona. Namun bukan berarti orang lain yang tinggal bersama juga terinfeksi.

Oleh karena itu, perlu mengambil tindakan pencegahan tepat waktu pascadiagnosis Covid-19 untuk mengurangi risiko infeksi.

Menurut para ahli, orang yang tinggal dalam jarak dekat atau serumah dengan pasien Covid-19 memiliki risiko minimal 50 persen tertular. Risiko paparan dan infeksi juga bisa diwaspadai, tergantung pada jenis akomodasi dan fasilitas tempat tinggal yang dimiliki.

Penularan melalui udara dan kemampuan infeksi virus untuk bertahan hidup di permukaan rumah untuk waktu yang lama juga dapat meningkatkan tingkat keterpaparan.

Jadi, jika Anda tinggal bersama seseorang yang positif Covid-19, lakukan sejumlah langkah berikut guna meminimalisir peluang terinfeksi virus corona:

Batasi Kontak dengan Pasien

Jika ada anggota keluarga atau seseorang yang tinggal dalam satu rumah terinfeksi virus corona dan tidak mengalami gejala yang parah, isolasi mandiri menjadi pilihan utama untuk dilakukan.

Isolasi mandiri membantu banyak pasien pulih dari virus dengan sendirinya. Namun, saat tinggal dengan seseorang di lingkungan yang sama, penting untuk mengurangi risiko paparan virus sebanyak mungkin.

Karena virus ini sangat mudah menular, salah satu cara untuk melindungi diri adalah dengan membatasi kontak dengan orang yang terinfeksi.

Tentukan ruang terpisah untuk orang yang sakit. Pastikan Anda tidak berbagi apa pun dengan orang tersebut sampai dia dinyatakan negatif Covid-19. Pisahkan peralatan mandi dan makan yang dipakai pasien dengan milik anggota keluarga lain.

Baca Juga :  Dicek Gubernur, Kamar Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Sragen Ditambah 100 %. Ini Daftar 7 Rumah Sakit Swasta yang Buka Kamar Pasien Covid-19!

Jika memungkinkan, orang yang terinfeksi harus menggunakan kamar mandi terpisah dan menjaga jarak setidaknya dua meter.

Karantina Diri Sendiri

Saat seseorang yang positif Covid-19 harus mengisolasi diri dari orang lain selama minimal 14 hari, hal yang sama berlaku untuk kontak dekat pasien. Ini adalah salah satu cara untuk memastikan Anda tidak menularkan infeksi ke orang lain dan memberi cukup waktu untuk beristirahat dan pulih jika mengalami gejala apapun.

Pada saat yang sama, pastikan tidak ada yang masuk ke rumah. Waktu minimal 10-14 hari adalah tindakan karantina yang baik. Para ahli juga mengatakan risiko penularan virus juga turun setelah jangka waktu tertentu.

Selalu Memakai Masker

Penting juga orang-orang yang tinggal satu atap maupun merawat pasien Covid-19 untuk memakai masker, bahkan di dalam rumah. Ini karena virus memiliki risiko penularan yang tinggi dan dapat bertahan di udara untuk waktu yang lama, yang kemudian dapat menular ke orang lain.

Faktanya, penelitian terbaru menunjukkan taat memakai masker dapat mengurangi risiko penularan hingga lebih dari 70 persen di lingkungan tertentu. Baik orang yang terinfeksi dan orang yang tinggal di dekatnya harus memakai masker.

Selain itu membuang masker sekali pakai dan memcuci masker kain juga harus dilakukan secara tepat. Masker bedah atau masker kain tiga lapis yang menutupi mulut dan hidung diyakini sebagai pilihan terbaik.

Masker N95 juga menjamin perlindungan tetapi sebaiknya digunakan oleh yang memiliki risiko infeksi lebih tinggi, seperti tenaga medis.

Jika kebetulan merawat pengidap Covid-19 atau memasuki ruangan tempat mereka beristirahat, memakai kacamata juga bisa mengurangi paparan virus di selaput lendir. Sarung tangan juga harus digunakan untuk perlindungan yang lebih baik.

Rutin Lakukan Disinfeksi pada Permukaan Benda

Partikel virus dapat terkumpul di permukaan rumah dan benda yang biasa disentuh, seperti uang, permukaan kaca, ventilasi AC, dan permukaan apa pun yang digunakan oleh orang yang terinfeksi. Karenanya, untuk perlindungan sendiri, penting untuk mendisinfeksi secara menyeluruh, membersihkan permukaan di dalam rumah.

Ini juga harus mencakup area lembab, tempat kuman dapat berkembang biak. Bersihkan dan disinfeksi permukaan sentuh tinggi, seperti kenop pintu, sakelar lampu, layar ponsel, dan area akses umum.

Baca Juga :  Gugus Covid-19 UMS: Vaksin Bukan Berarti Bebas Mencegah Terpapar Covid, Patuhi Prokes Jadi Faktor Penting Hindari Corona

Ikuti langkah-langkah sanitasi yang baik juga. Hindari menyentuh wajah, mulut, mata, atau hidung dan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir selama 20 hingga 40 detik.

Jaga Kesehatan Diri Sendiri

Sama seperti merawat pasien yang terinfeksi, memastikan kesehatan sendiri juga penting. Itu berarti menjaga kekebalan dan memastikan pola makan yang baik dan tetap aktif secara fisik jika memungkinkan.

Konsumsi makanan sehat, seperti sayuran hijau, buah-buahan, dan suplemen yang meningkatkan kekebalan tubuh.

Orang yang mengalami gangguan kekebalan atau yang memiliki kondisi kesehatan tertentu harus sangat berhati-hati. Minum obat tepat waktu dan jangan membahayakan kesehatan. Pastikan juga melakukan banyak latihan pernapasan.

Jalani Tes Covid-19

Siapa pun yang terpapar virus memiliki tingkat pengembangan Covid-19 yang tinggi. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan diagnosis yang jelas dan memperhatikan sistem imunitas. Orang tanpa gejala juga tidak boleh diabaikan.

Meskipun tidak ada batas waktu yang pasti kapan orang harus menjalani tes virus corona, perkiraan menunjukkan gejala dapat mulai muncul antara 2-5 hari setelah terpapar. Pantau gejala dan lakukan tes yang sesuai.

Sekalipun hasil tes negatif, jangan menganggapnya dapat langsung berkumpul dengan orang lain. Karantina diri selama 14 hari akan memastikan tidak menularkan virus ke orang lain.

Jaga Kesehatan Mental

Yang tidak kalah penting adalah menjaga kesehatan mental dan pikiran. Karantina dan isolasi bisa menjadi hal yang sulit untuk dilakukan, terutama pada saat Anda mungkin membutuhkan dukungan dan perawatan.

Menjaga kelompok pendukung yang terdiri dari teman dan keluarga tepercaya dan dapat diandalkan, melalui panggilan video, atau bertemu dan menyapa yang aman, dapat menjadi cara untuk mengomunikasikan perasaan.

Ini juga akan membantu dalam mengurangi stres, perasaaan takut, kecemasan, dan kesepian yang cukup umum dialami selama periode isolasi yang berkepanjangan, juga dapat membuat sehat dan bahagia secara emosional.

Kesimpulannya, kunci utama untuk mengurangi risiko penularan saat harus tinggal satu atap dengan pasien Covid-19 adalah dengan mematuhi protokol kesehatan, minimal dengan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

www.tempo.co