JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Perintah Kapolri: Seluruh Kapolda Diminta Siagakan Pasukan Antianarki di Kantong-kantong FPI

Awi Setiyono / Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Para Kapolda diperintahkan untuk menyiapkan pasukan antianarki Brimob di wilayah-wilayah yang terdapat kantong-kantong Front Pembela Islam (FPI).

Perintah itu dituangkan langsung melalui Surat Telegram Kapolri kepada para Kapolda bernomor STR/873/XII/PAM.3.3./2020 tertanggal 7 Desember 2020.

“Iya benar, TR dari Kapolri yang ditandatangani oleh Asops Kapolri sebagai bentuk arahan Mabes Polri ke jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menyikapi perkembangan situasi terkini,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigadir Jenderal Awi Setiyono, Selasa (8/12/2020).

Dalam telegram itu, Kapolri Idham Azis memberikan 11 perintah kepada para Kapolda. Salah satunya ialah meningkatkan kesiapsiagaan dan siapkan pasukan antianarki Brimob yang di wilayahnya terdapat kantong-kantong pendukung FPI.

Baca Juga :  Gempa Sulawesi Barat Tewaskan 84 Orang

Idham juga memerintahkan agar seluruh anggota jaga untuk mengenakan helm, rompi antipeluru dan bersenjata.

Idham memerintahkan meningkatkan pengamanan di sekitar markas komando, pos polisi, hingga rumah sakit Polri.

Anggotanya juga diperintahkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap setiap orang yang masuk ke kantor polisi, baik kendaraannya, maupun barang bawaannya dengan metal detector.

Jenderal Polisi bintang empat itu mewanti-wanti agar anggota kepolisian meningkatkan keamanan dan keselamatan diri selama bertugas.

Baca Juga :  PHRI: Jika PPKM Diperpanjang, 1.600 Restoran Bisa Gulung Tikar

“Pantau perkembangan Sitkamtibmas yagn terjadi di wilayah,” kata dia.

Idham mengeluarkan surat telegram itu tak lama setelah peristiwa bentrok antara polisi dengan anggota FPI di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/8/2020).

Dalam peristiwa itu, 6 anggota Laskar FPI tewas ditembak. Kepolisian menyebut para pengawal Rizieq Shihab itu membawa samurai, celurit dan senajata api.

Namun FPI menyangkal tudingan itu dan mengatakan anggotanya diserang oleh orang tak dikenal saat sedang mengawal kegiatan Rizieq.

www.tempo.co