JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Profil Muhammad Lutfi, Mantan Menteri Era SBY Ini Kembali Dipercaya Jabat Menteri Perdagangan oleh Presiden Jokowi

Muhammad Lutfi. Foto: TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo via Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan nama-nama menteri baru di kabinet Indonesia Maju. Selain dua nama yang akan menempati posisi menteri yang kosong, ada empat posisi menteri yang mengalami pergantian, salah satunya Muhammad Lutfi yang ditunjuk sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Agus Suparmanto.

Muhammad Lutfi sendiri bukanlah nama baru di kabinet menteri Indonesia. Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain itu, Lutfi pernah menjabat di sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Duta Besar Indonesia untuk Jepang dan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.

Lutfi lahir di Jakarta, 16 Agustus 1969. Ia memulai kariernya sebagai pengusaha. Bersama para sahabatnya, yakni Erick Thohir, Wishnu Wardhana, dan Harry Zulnardy, Lutfi membuka usaha pada 1998, merealisasikan mimpi mereka saat masih kuliah di Amerika Serikat.

Baca Juga :  Suntikkan Vaksin Covid-19 ke Presiden Jokowi, Tangan Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Gemetaran

Mereka memulai bisnis trading mulai dari semen, kapur hingga beras untuk kemudian mendirikan Mahaka Group, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, keuangan dan media.

Lewat kibaran bendera Grup Mahaka, Lutfi cs pada 1999 membangun Radio One Jakarta. Berikutnya, November 2000, membeli harian Republika yang saat itu berada di ambang kebangkrutan. Di Mahaka, Lutfi menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO.

Kehandalannya memimpin perusahaan membawa suami dari mantan model Bianca Adinegoro tersebut didapuk menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jakarta periode 1998-2001. Saat itu Lufti masih berusia 29 tahun.

Setelah itu, alumnus Purdue University, Indiana, Amerika Serikat ini ditunjuk menjadi Ketua Nasional Hipmi periode 2001-2004. Kiprah Lutfi memimpin para pengusaha muda di Indonesia berhasil memikat hati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Baca Juga :  Wanita Tewas dengan Parang Masih Menancap di Tubuhnya Bikin Heboh Warga Langkat

Setahun setelah masa tugasnya sebagai Ketua Hipmi Jakarta berakhir, Lutfi diangkat oleh SBY sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2005.

Kemudian Lutfi ditunjuk sebagai Duta Besar RI untuk Jepang. Di sana ia bertugas sejak 2010 hingga 2013.

Sempat meredup namanya di era awal kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla, nama Lutfi kembali mencuat pada masa Pemilihan Presiden 2019. Saat itu, ia menyatakan dukungan pada Jokowi, yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin. Ia juga bergabung bersama Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin. Liputan 6