JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Profil Singkat Juliari Batubara: Penerus Bisnis Keluarga yang Ditunjuk Jadi Menteri oleh Jokowi dan Kini Kenakan Rompi Tahanan KPK

Menteri Sosial Juliari Peter Batubara yang telah ditetapkan sebagai tersangka mendatangi Gedung KPK, Jakarta Selatan, Minggu (6/12/2020) dini hari. Juliari P Batubara ditetapkan sebagai tersangka bersama empat orang lainnya terkait operasi tangkap tangan (OTT) KPK dalam kasus dugaan suap bantuan sosial (bansos) Covid-19 / Foto: Tribunnews

JOGLOSEMARNEWS.COM Juliari Batubara telah resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan mengenakan rompi oranye, setelah sebelumnya dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dana bantuan sosial Covid-19, pada Minggu (6/12/2020) dini hari.

Pemilik nama lengkap Juliari Peter Batubara itu dituduh menerima uang suap dari rekanan pengadaan paket bantuan sosial Covid-19 senilai total Rp17 miliar.

Lantas bagaimanakah sosok Juliari Batubara ini? Bagaimana dirinya bisa dipercaya menjabat sebagai menteri sosial di kabinet pemerintahan Jokowi-Ma’ruf? Berikut ini profil singkatnya:

Juliari Peter Batubara lahir di Jakarta pada tanggal 22 Juli 1972. Pria yang akrab disapa Ari ini merupakan anak sulung di keluarganya.

Sejak remaja, ia sudah diarahkan oleh sang ayah untuk bisa meneruskan bisnis milik keluarga. Meski demikian, Juliari mengaku tidak mendapatkan perlakuan istimewa dan memulai semuanya itu dari bawah.

Juliari telah menikah dan memiliki istri bernama Grace Claudia Pieters.

Pada 22 Oktober 2019, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu dipanggil oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Negara untuk diminta mengurus program pengentasan kemiskinan dan menekan angka kemiskinan.

Baca Juga :  Mantan Kapolresta Solo saat Jokowi Masih Jabat Wali Kota, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo Jadi Calon Tunggal Kapolri

Juliari diketahui merupakan lulusan kampus bergengsi di Amerika Serikat.

Setelah lulus SMA di Tebet, Jakarta Selatan pada tahun 1991, ia melanjutkan pendidikan ke Riverside City College, California (1991-1995) dan dilanjutkan ke Chapman University (1995 – 1997).

Setelah lulus tahun 1997, Juliari langsung kembali ke Tanah Air dan mulai masuk ke perusahaan sang ayah pada 1998.

Pada 2005 – 2006, ia bahkan melanjutkan mengambil gelar pascasarjana untuk program studi Ilmu Manajemen di Universitas Indonesia dan Harvard University Business School melalui kuliah jarak jauh.

Catatan Karir dan Politik

Usai kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan kuliahnya di tahun 1998, Juliari bergabung dengan perusahaan milik sang ayah. Ia mengaku mulai bekerja dari bawah hingga dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama PT Bwana Energy sejak 2004. Dia juga merupakan Komisaris Utama PT Tridaya Mandiri.

Sebagai perusahaan swasta pertama dan terbesar yang memproduksi pelumas, Juliari diketahui menorehkan prestasi tersendiri dari segi bisnis dan perusahaan.

Baca Juga :  Jadi Calon Tunggal Kapolri yang Diajukan Jokowi, Ini Harta Kekayaan Komjen Listyo Sigit Prabowo. Mencapai Lebih dari Rp8 Miliar

Juliari mulai terlibat politik praktis saat menjadi anggota Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDI Perjuangan tahun 2003 dan 2008.

Kemudian pada 2010, ia akhirnya dipercaya menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan.

Juliari Batubara juga sempat menjabat sebagai anggota DPR periode 2014–2019. Ia lolos ke Senayan melalui daerah pemilihan Jawa Tengah I.

Selama menjadi wakil rakyat, Juliari sempat dipercaya menempati posisi sebagai Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (2016-2019) dan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI (2019), hingga akhirnya ditunjuk sebagai Menteri Sosial.

Juliari disangkakan KPK menerima uang total Rp17 miliar, yang berasal dari fee rekanan proyek bansos Covid-19.

Pada pelaksanaan paket Bansos sembako periode pertama, Juliari menerima Rp8,2 miliar. Sementara untuk periode kedua pelaksanaan paket Bansos sembako, terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp8,8 miliar.