JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Susi Pudjiastui Masuk Bursa Calon Menteri Kelautan untuk Gantikan Edhy Prabowo

Susi Pudjiastuti, Eko Djalmo Asmadi, dan Wahyu Sakti Trenggono / tempo.co

988827 720
Susi Pudjiastuti, Eko Djalmo Asmadi, dan Wahyu Sakti Trenggono / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Nama mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti masuk dalam bursa calon Menteri dalam kemeterian yang pernah dia pimpin sebelumnya.

Nama Susi bersanding dengan dua rival lainnya, yakni Laksamana Madya TNI (Purn) Eko Djalmo Asmadi dan Wahyu Sakti Trenggono.

Ketiga nama tersebut masuk sebagai kandidat Menteri Kelautan dan Perikanan  menggantikan Edhy Prabowo yang mengundurkan diri karena terseret kasus korupsi ekspor benih lobster.

Diketahui, Susi sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan pada periode tahun 2014-2019, sebelum Edhy Prabowo.

Pada pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi periode kedua, pemilik PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air) tak lagi ditunjuk menjadi menteri.

Usai tak menjabat menteri, Susi kerap mengkritik kebijakan terkait kelautan dan perikanan di antaranya lewat cuitannya di media sosial Twitter. Ia termasuk yang menentang keras akan kebijakan ekspor benih lobster, penggunaan kapal cantrang dan pencurian ikan.

Sementara Laksamana Madya TNI (Purn) Eko Djalmo Asmadi tak lain adalah eks Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. Ia dilantik oleh Susi saat menjadi menteri, pada Jumat, 20 Januari 2017.

Baca Juga :  PPKM di Solo Raya Seharusnya Selesai Pekan Depan, tapi Pemerintah Berencana Memperpanjang 2 Pekan sampai 8 Februari 2021. Ini Alasannya

Saat itu, saat pelantikan, Susi berharap bergabungnya Eko akan membawa semangat juang, kedisiplinan, dan ketertiban di tubuh KKP.

“Banyak yang telah kami lakukan, tapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” kata Susi saat ditemui di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, ketika itu.

Sebelum masuk ke KKP, Eko menduduki sejumlah jabatan. Mulai dari Kepala Dinas Pengamanan Angkatan Laut (Kadispamal) saat mesih berpangkat Kolonel Laut, hingga jabatan Deputi Bidang Pengkajian dan Penginderaan, Dewan Ketahanan Nasional (Wanhannas).

Sedangkan Wahyu Sakti Trenggono saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan. Jokowi melantik Trenggono pada Jumat, 25 Oktober 2020, sehari setelah melantik Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan.

Nama Wahyu Trenggono awalnya moncer sebagai pengusaha di bidang telekomunikasi. Dia bahkan dijuluki sebagai Raja Menara.

Baca Juga :  Covid-19 Rambah KPU, 40 Komisioner dan Lebih dari 100 Staf Terkonfirmasi Positif

Ia memulai bisnis penjualan perangkat telekomunikasi melalui perusahaan yang didirikannya dengan Abdul Satar dan Abdul Erwin, PT Solusindo Kreasi Pratama.

Namun Wahyu Trenggono kemudian beralih fokus ke bisnis penyewaan menara base transceiver dengan mendirikan PT Indonesian Tower. Usahanya mulai tampak bersinar sewaktu mereka melakukan penawaran saham perdana (IPO) ke publik delapan tahun kemudian.

Kepada Tempo, Eko menyampaikan bahwa sampai hari ini belum ada pembicaraan apapun dengan istana terkait hal ini. “Saya sendiri malah tidak tahu kalau jadi kandidat. Saya sudah pensiun dari KKP,” kata Eko saat dihubungi pada Jumat, 18 Desember 2020.

Akan tetapi, Eko akan mengikuti apabila memang ditugaskan oleh negara untuk kembali ke KKP. “Saya masih cinta lau, Insyaaallah kalau amanah, akan saya jalankan,” kata dia.

Tempo juga mencoba menghubungi Wahyu Sakti Trenggono dan Susi Pudjiastuti. Tapi hingga berita ini diunggah, pesan dan panggilan telepon yang disampaikan belum berbalas.

www.tempo.co