JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Ternyata 10 Tahun Silam Sekolah di Yogyakarta Sudah Terapkan Digitalisasi Aksara Jawa

Beberapa sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta yang konsen terhadap pemeliharaan aksara Jawa telah menggunakan aksara Jawa dalam komputer sejak 10 tahun lalu / Istimewa / tempo.co

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Aksara Jawa ternyata dapat berjalan seiring dengan perkembangan teknologi digital. Bahkan, beberapa sekolah di eilayah DIY yang konsen terhadap pemeliharaan aksara Jawa telah menggunakan aksara Jawa dalam komputer sejak 10 tahun lalu.

Penerapan aksara Jawa ke dalam komputer itu tak lepas dari peranan Setya Amrih Prasaja, seorang filolog yang bekerja di Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dahulu Amrih merupakan seorang guru Bahasa Jawa yang menggabungkan aksara Jawa dengan teknologi sehingga bisa dipergunakan di komputer.

“Waktu itu saya minta izin kepada kepala sekolah untuk di SMA 2 Bantul pendidikan basis budayanya tidak ke hal yang bersifat benda, tapi justru main di karakter dan pola pikir anak dengan aksara (Jawa), hingga di SMA 2 Bantul itu dari ulangan harian sampai ulangan akhir semester full menggunakan aksara Jawa,” ungkap Amrih, Sabtu (26/12/2020).

Amrih mengaku pola itu dirasa cukup efektif, yaitu dengan membiasakan diri menggunakan aksara Jawa pada komputer dalam pembelajaran sehari-hari, lambat laun siswa akan terpola dan mengenal aksara Jawa secara digital, sehingga dalam prakteknya mereka sudah terbiasa dan tidak kesulitan dalam menjawab soal-soal yang dituliskan dalam aksara Jawa secara online.

Baca Juga :  Gunung Merapi Muntah-muntah Lagi, Luncuran Awan Panas Capai 1,8 Km

“Tahun 2010 waktu saya pertama jadi guru itu saya udah bilang di kelas, anak-anak saya giring ke lab TIK (Laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi). Meskipun saya bukan orang TIK tapi ada fasilitas TIK saya manfaatin, karena sudah saya biasakan untuk ulangan harian online,” terang Amrih.

Hal senada juga diungkapkan kerabat satu profesi Amrih, Bekti Pangastuti. Dia mengatakan, digitalisasi aksara Jawa sangat memudahkan kegiatan belajar mengajar karena dengan adanya perangkat digital siswa lebih semangat dan lebih tertantang dalam mempelajari Aksara Jawa.

“Dulu awal mengajar pembelajaran Aksara Jawa masih manual. Ketika Pak Setya Amrih masuk ke SMA 2 Bantul, dari sini awal digitalisasi Aksara Jawa sampai sekarang,” terang Bekti yang juga mengajar aksara Jawa di SMA 2 Bantul.

Pengakuan juga datang dari Abdul Afif Rosyidi. Menurutnya, hingga kini digitalisasi aksara Jawa masih terus digunakan dalam kegiatan belajar di SMA Negeri 1 Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Iya, masih dipergunakan hingga kini karena sangat membantu dalam proses belajar mengajar, apalagi dalam masa pandemi seperti ini. Peserta didik sangat antusias, hal tesebut salah satunya terlihat dari pertanyaan dan respon peserta didik saat dikenalkan dengan aksara Jawa dalam dunia internet, baik di laptop maupun handphone,” terang guru bahasa Jawa tersebut.

Baca Juga :  RT 05 Ledoksari Kepek Wonosari Kini Punya Situs Internet, Jadi Pionir di Gunungkidul

Salah satu Alumni SMA 1 Sanden, Ageng Purwo Haryatno, menuturkan sekitar tahun 2011, semasa duduk di bangku SMA, ia diajarkan tentang bagaimana cara menggunakan aksara Jawa menggunakan komputer/laptop oleh guru Amrih.

“Sekitar tahun 2011 ketika saya memasuki kelas 2 SMA, diajar oleh beliau (Amrih) tentang bagaimana caranya menggunakan aksara Jawa menggunakan media laptop. Walaupun sekolah kami termasuk di pinggiran dari kota Bantul tapi sudah banyak murid atau siswa yang antusias dan akhirnya eksis menggunakan aksara Jawa sampai sekarang,” ungkap Ageng yang merupakan anak didik Amrih.

Dalam perkembangannya aksara Jawa kini lebih responsif dan mudah diaplikasikan ke perangkat digital, mulai dari laptop hingga menggunakan telfon genggam, menurut Ageng hal ini dirasa sangat bermanfaat bagi kerabat yang menggunakannya.

“Penggunaan aksara Jawa dalam ranah digital sangat bermanfaat bagi temen-temen yang bisa menggunakannya, baik itu untuk desain produk, dekorasi jalan dan lain-lain, terpenting bisa memperkenalkan kembali aksara Jawa dengan lebih mudah,” tutup Ageng.

www.tempo.co