JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tuntut Portal Dibongkar, Puluhan Warga Siboto Kalijambe Demo Turun ke Perlintasan. Sambil Menangis, Emak-Emak dan Anak-Anak Serukan “Buka Ya Allah”!

Emak-emak hingga anak-anak di Dukuh Siboto Kalimacan Kalijambe Sragen saat menggelar aksi demo menuntut portal penutup perlintasan menuju kampung mereka dibuka kembali, Rabu (16/12/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Puluhan warga Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen menggelar aksi demo memprotes penutupan perlintasan kereta api (KA) menuju ke kampung mereka, Rabu (16/12/2020).

Warga menuntut pemerintah melalui otoritas terkait segera membongkar kembali portal besi yang dipasang PT KAI menuju jalan masuk kampung Siboto.

Penutupan perlintasan dilakukan pasca terjadinya kecelakaan antara mobil patroli dengan KA Brantas yang berujung tewasnya dua personel polisi dan seorang aparat TNI, Minggu (13/12/2020) malam.

Menurut warga, penutupan perlintasan tersebut sangat menyulitkan warga yang selama puluhan bahkan ratusan tahun banyak menggunakan jalur tersebut untuk berbagai aktivitas.

Aksi demo digelar spontan melibatkan tak kurang dari 30 warga. Besar kecil tua muda langsung turun ke lokasi perlintasan yang ditutup sepihak PT KAI.
Mereka membawa spanduk dan kertas bernada protes ke perlintasan KA Dukuh Siboto, sekitar pukul 15.00 WIB.

Ada tiga spanduk besar yang dibentangkan warga, di antaranya bertuliskan ‘BONGKAR PORTAL’, ‘BUKA JALAN KAMI dan ‘SIBOTO MENANGIS’. Selain itu ada beberapa spanduk bertuliskan “Corona Menakutkan Portal Mematikan”.

Baca Juga :  Polres Sragen Berduka, Kapolsek Plupuh Kompol Marsidi Meninggal Dunia Dinihari Tadi. Sempat Dirawat di RS Rembang, Rencana Dimakamkan di Gemolong

Spanduk besar itu kemudian dipasang di pagar besi yang menjadi penutup permanen bagi perlintasan tersebut.

“Kami minta dibuka. Buka Ya Allah. Mohon Ya Allah. Kalau malam setelah jam 10 malam mau ditutup silakan. Mohon Ya Allah, rumah saya dekat sini, kalau mau pergi harus memutar tiga kilometer. Kalau ditutup seperti ini warga susah,” ujar salah satu warga, Istiqomah (60), sembari menahan tangis, Rabu (16/12/2020).

IMG20201216154018 800x450 1
Warga Siboto Kalimacan Kalijambe Sragen saat menggelar aksi demo menuntut portal jalan dibuka, Rabu (16/12/2020). Foto/Wardoyo

Tokoh warga lainnya, Panjul (35) menuturkan penutupan perlintasan sangat menyengsarakan warga Siboto dan sekitarnya. Sebab jalur yang ditutup itu selama ini menjadi akses masuk utama bagi ratusan KK dan warga di beberapa dukuh lainnya.

“Jalur ini sangat penting bagi masyarakat terutama anak-anak sekolah. Ada anak TK, SD dan SMP yang rata-rata dari seberang jalan dan lewatnya sini. Kalau ditutup harus mutar jauh kasihan. Makanya kami menuntut portal dibongkar. Dibongkar dibongkar,” serunya diikuti warga lain.

Panjul juga mengungkapkan penutupan perlintasan itu juga menyulitkan jika nantinya warga akan melakukan pemakaman. Sebab lokasi makam ada di sebelah perlintasan dan harus memutar jauh berkilo-kilometer.

Baca Juga :  Nekat Pakai Campursari dan Hiburan, 20 Pesta Hajatan Pernikahan di Sragen Dibubarkan Paksa. Tamu-tamu Diminta Langsung Pulang, Satgas Covid-19: Demi Keselamatan Bersama!

Tokoh masyarakat Siboto, Udin Faturrahman menambahkan, penutupan perlintasan tersebut membuat seluruh warga merasa resah.

Pasalnya seluruh kegiatan masyarakat sangat terganggu karena akses terdekat mereka menuju jalan raya ditutup.

“Semua warga resah karena kegiatan sosial ekonomi masyarakat terganggu, akses pendidikan terganggu, kegiatan ibadah terganggu,” ujarnya.

Udin mengatakan, tak kurang terdapat 500 KK atau 1.500 jiwa dari enam RT merasakan dampak langsung penutupan ini. Belum lagi terdapat empat fasilitas pendidikan dengan ratusan siswa, yang kesehariannya melewati perlintasan KA tersebut sebagai akses utama.

“Ada empat lembaga pendidikan di Dukuh Siboto ini. Ada MTSN 8 Sragen, SD Muhammadiyah, TK Aisyiyah dan PAUD. Banyak di antara siswa justru merupakan warga luar Dukuh Siboto, dimana hampir semuanya menggunakan perlintasan tersebut sebagai jalan utama. Makanya kami mengetuk pintu hati pemerintah atau siapapun pemegang otoritas agar segera membongkar portal dan membuka kembali akses jalan perlintasan ini,” paparnya.

Aksi ditutup dengan memasang spanduk menutup besi portal di kedua sisi. Warga menyatakan siap menggelar aksi lagi sampai tuntutan dipenuhi. Wardoyo