JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bikin Penasaran, Sate Super Murah Serba Rp 1.000 di Gemolong Sragen Mendadak Viral dan Diserbu Pembeli. Saat Bayar Sebagian Kaget Oh Ternyata…

Sate ayam Purnomo asal Gemolong Sragen yang mendadak viral dan jadi buruan karena memasang spanduk Serba Rp 1000. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang pedagang sate di Gemolong, Sragen mendadak menyita perhatian warga dan netizen. Pasalnya ia memasang tarif harga sangat murah yakni serba Rp 1.000.

Tak ayal berkat promo harga murah meriah itu, dagangan sate itu kini langsung laris dan diserbu pembeli.

Pedagang sate itu bernama Purnomo Fitriyono (24) warga Gemolong RT 4/ 2, Kecamatan Gemolong, Sragen. Ia berdagang sate dengan gerobak dan mangkal di salah satu pos ronda di wilayah Gemolong RT 4/2.

Di gerobaknya terpampang jelas spanduk MMT bertuliskan “Sate Ayam Serba Rp 1000”. Gara-gara tulisan itu, tak sedikit warga yang melintas akhirnya penasaran dan singgah untuk membeli.

Pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (3/1/2021) siang, lokasi jualan sate ayam Purnomo tampak ramai. Sejumlah pembeli tampak asyik menyantap sate ayam dan sebagian memesan untuk dibawa pulang.

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Purnomo mengatakan sehari-hari ia berjualan dibantu sang istri, Eyva Surya Astrika (23). Jualannya khusus sate ayam dan jeroan sapi lengkap dengan lontong pelengkap.

Namun saat ditanya harga, Purnomo mengatakan harga Rp 1.000 perak itu dipatok untuk satu tusuk sate saja. Sehingga jika pembeli menginginkan beberapa tusuk, tinggal mengalikan per tusuk Rp 1.000.

Spanduk serba Rp 1.000 itu sengaja dipasang sebagai strategi promosinya untuk menarik pembeli.

Baca Juga :  Rumah dan Semua Harta Hancur Diterjang Gempa Mamuju, Satu Keluarga Asal Sidoharjo Sragen Terpaksa Pulang Kampung Hanya Bawa Satu Tas Pakaian Saja. Kini Sementara Ditampung di Rumah Adiknya

“Ini memang untuk menarik pembeli Mas. Harga Rp 1.000 itu satu tusuk. Jadi kalau beli Rp 5.000 ya dapat 5 tusuk. Kala mau tambah lontong ya nambah lagi,” ujar Purnomo.

Purnomo menguraikan ide promosi sate serba Rp 1000 itu bermula dari istrinya. Banderol Rp 1.000 itu dipakai sengaja untuk menarik minat pembeli.

Namun ia merasa harga Rp 1.000 perak untuk satu tusuk sate juga sudah relatif murah. Lebih dari itu, harga murah meriah itu dipatok lantaran ia menyadari situasi saat ini di mana ekonomi masyarakat juga lagi terpuruk akibat didera pandemi covid-19.

“Saya jualan baru satu minggu ini. Ini karena efek pandemi Mas. Nyari yang murah, praktis dan menarik. Dengan harga murah idep-idep bantu masyarakat yang ingin makan sate tapi tak perlu bayar mahal,” urainya.

Purnomo menuturkan setiap hari, ia buka jualan dari jam 14.00 WIB sampai 21.00 WIB dan mangkal di pos ronda utara taman Edupark Gemolong.

Sebelumnya ia juga pernah jualan sate ayam di daerah Klego, Boyolali namun hanya ikut orang. Setelah merasa bisa, ia memilih buka sendiri.

“Resepnya dari nenek saya dari Sukoharjo. Alhamdulillah lumayan ramai dan lancar Mas. Disini tersedia sate ayam, usus ayam, koyor sapi, babat sapi, kikil sapi dan lontong. Masyarakat bisa mampir ke sini buka setiap hari,” ujarnya.

Baca Juga :  Ribuan Anjing dari Sragen Diperdagangkan dengan Kejam untuk Konsumsi di Solo Raya, Koalisi DMFI Desak Pemkab dan Bupati Segera Menghentikan. Ingatkan Ancaman Bahaya Wabah Rabies!

Salah satu pembeli, Pendi Setiawan (26) warga Girimargo, Kecamatan Miri, Sragen mengaku cukup senang dengan harga sate Purnomo. Dengan merogoh Rp 10.000 ia sudah dapat 9 tusuk sate ayam plus lontong.

Ia mengaku datang jauh-jauh dari Miri karena memang tertarik dan penasaran dengan spanduk Sate Serba Rp 1000 yang dipajang Purnomo.

“Iya datang ke sini karena penasaran, sama promo sate ayam harga Rp 1000. Satenya seberapa kok harganya murah sekali. Ternyata Rp 1.000 itu satu tusuk. Kalau rasanya sama dengan sate-sate pada umumnya. Tapi ini rasanya lebih enak dan dagingnya empuk,” kata Pendi.

Pendi juga menyampaikan, baru pertama kali mencoba sate harga seribu rupiah yang ada di Gemolong Sragen itu. Awalnya ia ragu dengan harga yang dipasang namun setelah membeli rasa penasarannya pun telah terobati.

“Ini tadi mencoba satu porsi dulu makan di tempat. Eh rasanya enak ya saya nambah lagi satu bungkus untuk di bawa pulang, jadi saya beli Rp 20.000 di sini,” tutur Pendi. Wardoyo