JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Guguran Material Merapi Meluncur 1,5 Kilometer, BPPTKG: Material Sisa Erupsi Sebelumnya

Penampakan Gunung Merapi Desa Candibinangun, Pakem dan Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Sabtu (28/11/2020) / tribunnews

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pada minggu (3/1/20210) pukul 00.00 WIB sampai dengan pukul 06.00 WIB, terjadi guguran material Gunung Merapi sejauh 1,5 kilometer.

Menurut pantauan, angin bertiup lemah, sedang, hingga kencang ke arah timur dan tenggara, dengan suhu udara 17-21 °C, kelembaban udara 66-95 %, dan tekanan udara 569-687 mmHg.

Secara visul gunung berkabut antara 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III sehingga asap kawah tidak teramati.

Selama periode pengamatan itu, terjadi satu kali guguran material dengan jarak luncur 1,5 kilometer mengarah ke Kali Lamat.

Teramati, guguran satu kali arah ke Kali Lamat dengan jarak luncur 1.500 meter (1,5 kilometer) pukul 05.54 WIB. Kemudian terpantau juga suara guguran satu kali intensitas sedang dari Babadan.

Baca Juga :  Anggota DPRD DIY Aklamasi Dukung Perpanjangan PSTKM, Eksekutif Diminta Siapkan Jaring Pengaman

“Aktivitas kegempaan hari ini terpantau guguran terjadi 18 kali dengan amplitudo 4-61 mm dan durasi antara 16 detik hingga 151 detik. Gempa embusan terjadi 21 kali dengan amplitudo antara 2-8 mm dan durasi 11 detik sampai 16 detik,” kata Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida melalui keterangan resmi laporan harian aktivitas Gunung Merapi.

 

Sementara untuk gempa fase banyak terjadi 94 kali dengan durasi antara 5 sampai 9 detik dan gempa vulkanik dangkal terjadi 19 kali dengan durasi antara 13 detik hingga 32 detik.

Untuk periode pengamatan antara Sabtu (2/1/2021) pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB, Cuaca Merapi cenderung berawan, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 14-22 °C, kelembaban udara 68-93 %, dan tekanan udara 567-687 mmHg.

Baca Juga :  Sebagai Solusi Alternatif di Tengah Pandemi, Masyarakat Yogyakarta Didorong Belanja Online di Pasar Tradisional

“Gunung terlihat jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Suara guguran empat kali intensitas lemah hingga sedang dari Babadan,” imbuh Hanik.

BPPTKG Yogyakarta memastikan tidak ada muntahan lava yang terjadi di Merapi sejak statusnya dinaikkan menjadi Siaga pada 5 November 2020.

Adapun guguran yang terjadi beberapa kali, bukanlah guguran lava namun guguran tersebut merupakan material vulkanik sisa erupsi sebelumnya.

Material guguran yang pernah meluncur merupakan material sisa erupsi seperti tahun 1948, 1884, 1888.

“Karena Ketika Merapi Meletus tidak semua material terlontarkan dan masih ada sisa di permukaan sehingga menjadi material vulkanik. Oleh karena itu Hanik memastikan, belum ada muntahan lava,” pungkasnya.

www.tribunnews.com