JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Gak Ada Takut-takutnya, Emak-emak di Medan Gerebek Arena Perjudian. Hancurkan Mesin Judi Pakai Balok Kayu

Tangkapan layar aksi emak-emak menggerebek dan menghancurkan mesin judi tembak ikan di Medan, Sumatera Utara, Senin (4/1/2021). Foto: Instagram

MEDAN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sekelompok emak-emak melakukan aksi penggerebekan arena perjudian di Medan, Sumatera Utara. Aksi itu pun terekam kamera dan videonya menjadi viral di media sosial.

Dalam video yang viral di Instagram, salah satunya melalui akun @medan_infoo, tampak sejumlah ibu-ibu menggunakan balok kayu menghancurkan mesin ketangkasan yang kerap digunakan untuk perjudian. Mesin yang sudah rusak kemudian dibuang di luar.

Tidak hanya di satu lokasi, aksi penggerebekan disertai pengrusakan itu juga dilakukan di sejumlah tempat. Satu persatu lokasi yang kerap digunakan sebagai arena perjudian didatangi dan alat-alatnya dirusak.

Kepala Lingkungan 10 Medan Labuhan, Nurbaiti, membenarkan terjadinya aksi penggerebekan dan pengrusakan sejumlah arena perjudian tersebut. Menurutnya aksi tersebut dilakukan di sejumlah tempat.

“Jadi aksi ini dimulai dari lingkungan 12, 11, dan 10. Jadi tidak di lingkungan kita saja,” ujar Nurbaiti, dikutip Tribunnews dari Tribun-Medan, Senin (4/1/2021).

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok, Minggu 17 Januari 2021: Semarang Berpeluang Hujan Sepanjang Hari, Kota Solo Mendung di Pagi Hari

Diterangkan Nurbaiti, aksi emak-emak itu terjadi lantaran mereka sudah semakin resah dengan aktivitas perjudian yang dilakukan di sejumlah lokasi tanpa ada tindakan tegas dari aparat setempat.

“Warga sudah sangat resah dengan permainan judi tembak ikan yang beraktivitas 24 jam. Mereka khawatir bila suami dan anak-anak mereka akan bermain judi di sana. Oleh karena itu, ibu-ibu itu mendatangi kemudian menghancurkan mesin permainannya,” katanya menerangkan.

Nurbaiti mengatakan, sebelum aksi massa itu terjadi, pihaknya bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan kelurahan setempat telah melayangkan surat agar lokasi perjudian ditutup.

Ia juga mengatakan bahwa pemilik tempat perjudian bukan warga setempat melainkan orang luar lingkungan yang menyewa tempat tanpa pemberitahuan pengurus lingkungan.

“Bukan warga kami. Mereka menyewa di sana. Masuk tidak ada pemberitahuan ke kami. Tiba-tiba sudah beroperasi saja lapak judi di sana,” ungkapnya.

Keterangan serupa juga disampaikan kepala lingkungan 11, Budiono. Ia membenarkan adanya aksi warga yang mendatangi lokasi judi tembak ikan dan menghancurkan mesin di dua lokasi.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok, Senin 18 Januari 2021: Mendung dan Hujan Masih Merata, Sragen Hujan Lebat di Siang Hari

“Kedatangan emak-emak kemudian menghancurkan mesin judi lantaran sudah sangat resah dengan aktivitas di sana. Di sisi lain mereka juga tidak mau anak serta para suami terjerumus ikut bermain,” kata Budiono.

Meski terbilang tindakan kekerasan, namun Budiono mengaku mendukung aksi emak-emak tersebut menggerebek dan menghancurkan mesin di lokasi perjudian. Menurutnya tindakan itu bertujuan untuk kebaikan agar penyakit masyarakat seperti perjudian tidak meluas di kawasan itu.

“Kita mendukung penuh yang bersifat positif. Pemilik tempat judi tembak ikan di lingkungan 11 memang kebal hukum. Sebab sudah berulang kali diberi surat, namun tetap abai. Kalau soal penindakan tegas diserahkan ke Polsek Medan Labuhan,” pungkasnya.

www.tribunnews.com