JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Geger Aksi Dukun C4bul Sesama Jenis Asal Tanjungsari Kecamatan Jatisrono Wonogiri, Korbannya 7 ABG Pria Ada yang Sampai Diajak Mantap mantap, Berkedok Buka Aura dan Aktifkan Jin Pendamping

Tersangka dukun C4bul (kiri) saat diinterogasi Kapolres (kanan) dan Kasatreskrim (tengah). JSNews. Aris Arianto

Dukun cabul
Tersangka dukun C4bul (kiri) saat diinterogasi Kapolres (kanan) dan Kasatreskrim (tengah). JSNews. Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi dukun diduga c4bul berhasil dibongkar Satreskrim Polres Wonogiri. Tersangka menjalankan aksinya dengan berkedok praktek paranormal.

Korban sementara ada tujuh orang. Semuanya remaja pria yang sebagian besar pelajar berusia antara 16-17 tahun. Korban merupakan warga Kecamatan Jatipurno Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Christan Tobing didampingi Kasatreskrim Iptu Ghala Rimba Doa Sirrang mengatakan, tersangka adalah Pardi (43), warga Ngadipiro, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri. Tersangka belum berkeluarga.

“Tempat kejadian diduga di rumah tersangka di Ngadipiro, Tanjungsari, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri. Para korban ada yang sampai diajak berhubungan badan sesama jenis,” kata Kapolres dalam pers rilis di Mapolres Wonogiri, Selasa (12/1/2021).

Menurut Kapolres ada tujuh korban sementara ini. Namun demikian pihaknya masih melakukan pengembangan, mengingat kejadian diperkirakan antara Oktober hingga Desember 2020. Sementara tersangka melayani jasa paranormal sudah lebih dari 10 tahun.

Baca Juga :  PSBB Wonogiri Ditindaklanjuti Anggota Tim Gabungan Betal Alias Nguntoronadi dengan Semakin Gencar Gelar Operasi Protokol Kesehatan

“Kasus ini terungkap karena pihak keluarga korban ada yang melapor. Setelah kami tangani ternyata ada tujuh korban. Tapi kami imbau kepada masyarakat jika ada yang merasa menjadi korban agar segera melapor,” beber dia.

Saat ini tersangka si predator anak ini sudah diamankan di Mapolres Wonogiri. Sejumlah barang bukti seperti pakaian para korban ikut diamankan. Untuk korban mendapatkan pendampingan dari unit PPA Polres Wonogiri.

Modus operandi, tersangka menyampaikan kepada para korban bahwa mereka mempunyai potensi yang bagus di masa depan. Akan tetapi hal tersebut bisa terjadi apabila auranya sudah dibuka dan tersangka mengaktifkan lagi jin qodam alias pendamping yang ada di masing masing para korban.

Baca Juga :  Polres Wonogiri Raih WBK Anggotanya Langsung Pakai Pin, Kapolres Perintahkan Langkah Berikut untuk Menuju WBBM

“Jadi tersangka membuat seolah olah yang tersangka lakukan kepada para korban (mencabuli) adalah cara atau ritual untuk membuka aura dan juga mengaktifkan jin qodam agar kedepan nasib para korban menjadi baik dan lakunya (tingkah laku dan nasib dalam kehidupan) menjadi lebih baik, hidup di masyarakat juga menjadi terhormat,” ujar dia.

Hasil pemeriksaan saksi-saksi dan juga tersangka dapat disimpulkan, ujar dia, bahwa tersangka telah memenuhi unsur dalam Pasal 82 Undang-Undang Republik Indonesia No 17 Tahun 2016 perubahan kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 292 KUHPidana. Ancamannya pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. Aria