JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Hasil Lengkap Identifikasi, Mayat Perempuan Misterius di Banaran Sragen Sudah Membengkak Diperkirakan Sudah 3 Hari Meninggal. Yang Kehilangan Anggota Keluarga Bisa Kroscek Polisi!

Tim SAR dan relawan gabungan saat mengevakuasi jenazah wanita tak dikenal yang mengambang di Bengawan Solo wilayah Sambungmacan, Sragen, Sabtu (2/1/2021). Foto/Tim Relawan

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Polisi merilis hasil pemeriksaan dan identifikasi mayat perempuan tanpa identitas yang ditemukan mengambang di aliran Sungai Bengawan Solo, Sabtu (2/1/2021) siang.

Hasilnya, mayat perempuan itu diketahui berusia sekitar 50 tahun. Meski tubuhnya membengkak, polisi menyebut tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi melalui Kasubag Humas Iptu Suwarso mengatakan setelah jenazah di bawa ke RSUD Sragen dan dilakukan identifikasi dari Inafis Polres Sragen dan RSUD Sragen, kemudian diketahui hasil pemeriksaan terhadap kondisi jenazah.

Adapun ciri-ciri korban diketahui mengenakan baju batik coklat, celana dalam pink dan BH warna pink. Tubuh jenazah itu diketahui sudah membengkak karena diperkirakan tiga hari berada di air.

“Mengenakan hanrok warna putih Abu-Abu, tinggi badan sekitar 165 cm, umur sekitar kurang lebih 50 tahun,” paparnya Senin (4/1/2021).

Kasubag memastikan tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Badan seluruhnya bengkak dan diperkirakan meninggal sekitar 3 hari.

“Kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dengan ciri-ciri tersebut di atas, bisa menghubungi aparat terdekat,” paparnya.

Baca Juga :  Kabar Duka Sragen, Korban Meninggal Terus Berjatuhan. Tiga Warga Kembali Gagal Terselamatkan Usai Terpapar Positif, Dua Orang dari Karangmalang

Sebelumnya, mayat tanpa identitas itu sempat terpantau mengambang di aliran sungai wilayah Kedungupit pada pukul 13.00 WIB. Namun baru bisa dievakuasi ketika sampai di wilayah Banaran, Sambungmacan, empat jam kemudian tepatnya pukul 17.34 WIB.

Data yang dihimpun dari berbagai sumber, mayat perempuan itu sempat diketahui di wilayah Payungan RT 30, Desa Kedungupit sekira pukul 13.00 WIB.

Dari hasil identifikasi fisik, korban diketahui mengenakan pakaian celana jeans berwarna biru. Namun tidak ada barang berharga apapun pada tubuh korban.

Pun dengan identitas juga tidak ditemukan. Penemuan mayat itu berawal dari informasi warga yang mengunggah informasi adanya mayat mengambang di sungai.

“Dari info awal masih belum A1, tim Satgas BPBD kemudian berkoordinasi dengan SAR Himalawu dan unsur terkait lainnya untuk melakukan assesment awal dan mengkroscek benar tidaknya kejadian tersebut. Lalu setelah dicek ternyata benar sehingga tim gabungan relawan melakukan operasi pencarian. Ciri-cirinya mengenakan celana jeans warna biru. Tapi tidak ada identitasnya,” papar Wakil Ketua PMI Sragen, Soewarno kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (2/1/2021).

Baca Juga :  Sebelum Terjun Bunuh Diri, Suparno Sempat Dikejar Keponakannya. Korban Sempat Lompat Pagar Belakang Rumah, Begini Ciri-Cirinya!

Tim relawan gabungan kemudian memulai penyusuran aliran Sungai Bengawan Solo dimulai dari titik terlihatnya korban di Payungan hingga Sambungmacan perbatasan Sragen – Ngawi.

Dari hasil penyisiran, tim mendapati korban berada di wilayah Banaran, Sambungmacan pukul 17.28 WIB. Kemudian jenazah perempuan malang itu dievakuasi oleh relawan dan diangkat ke daratan.

Selanjutnya, pada pukul. 18.00 WIB, tim melakukan pengangkatan jenazah dan korban dievakuasi ke Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk penanganan identifikasi lebih lanjut.

“Setelah selesai melakukan respon, petugas dan ambulans di desinfeksi dan sterilisasi guna mencegah penularan dan penyebaran virus Covid -19,” terang Soewarno.

Saat ini jenazah masih berada di kamar jenazah RSUD Sragen. Ia menambahkan proses pencarian dan evakuasi melibatkan berbagai unsur. Wardoyo