JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Ini Catatan Aktivitas Merapi Selama Sepekan Terakhir, Lava Pijar 19 Kali dan Awan Panas 4 Kali

Rekaman video saat Gunung Merapi meletus pada Kamis, 13 Februari 2020 pagi. YouTube | VolcanoYT

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dalam sepekan terakhir, 1-7 Januari 2021, aktivitas Gunung Merapi terus meningkat secara fluktuatif.

Bukan hanya kejadian awan panas, tapi juga lava pijar, kegempaan dan juga deformasi.

Demikian catatan yang dibuat oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta.

Guguran lava pijar, misalnya, teramati sebanyak 19 kali.

“Jarak luncurnya maksimal 800 meter ke hulu Kali Krasak,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Jumat (8/1/2021).

Pekan yang sama juga ditandai mulai terjadinya luncuran awan panas sebanyak 4 kali yaitu pada 7 Januari, pukul 08.02, 12.50, 13.15, dan 14.02 WIB.

Jarak luncur awan panas guguran diperkirakan kurang dari satu kilometer dan tak berbeda yakni juga ke arah hulu Kali Krasak.

Selama periode sepekan pengamatan awal tahun ini, cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi, sedangkan siang hingga malam hari berkabut.

Baca Juga :  Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Senin Pagi

Asap putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 800 meter yang teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Selo pada tanggal 7 Januari 2021 pukul 06.40 WIB lalu.

Hanik menuturkan, analisis morfologi area puncak Merapi berdasarkan foto dari sektor barat daya pada 7 Januari terhadap tanggal 24 Desember lalu menunjukkan sudah adanya perubahan. Penyebabnya, aktivitas guguran dan adanya kubah lava baru.

Adapun deformasi yang terjadi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 15 cm/hari.

Dalam seminggu ini pun juga terjadi fluktuasi kegempaan Gunung Merapi yang tercatat lebih tinggi daripada minggu sebelumnya.

Baca Juga :  Nelayan Gunungkidul Ini Tiba-tiba Hilang Misterius di Laut

Tercatat 4 kali awan panas guguran (AP), 541 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 2.270 kali gempa Fase Banyak (MP), 4 kali gempa Low Frekuensi (LF), 611 kali gempa Guguran (RF), 628 kali gempa hembusan (DG) dan 4 kali gempa Tektonik (TT).

Sedangkan kondisi hujan dan lahar, pada seminggu yang sama terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 46 mm/jam selama 75 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 6 Januari 2021 dan dilaporkan juga terjadi penambahan aliran di kali Boyong.

“Dari gejala yang muncul sepekan ini, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi, sehingga status aktivitas masih dalam tingkat Siaga,” ujarnya.

www.tempo.co