Beranda Umum Nasional Masyarakat Diminta Berhenti Berpolemik terkait Kehalalan Vaksin Covid-19

Masyarakat Diminta Berhenti Berpolemik terkait Kehalalan Vaksin Covid-19

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (28/1/2021) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Masyarakat diminta untuk berhenti berpolemik mengenai kehalalan vaksin Covid-19 yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi. Ia juga meminta masyarakat Indonesia berhenti berpolemik terkait kehalalan vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

“MUI sudah menetapkan kehalalan vaksin Sinovac. Saya harap masyarakat menghentikan polemik tentang halal dan haram vaksin ini,” kata Zainut dalam keterangannya, Minggu (10/1/2021).

Zainut mengapresiasi Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah menyelesaikan seluruh prosedur dan tahapan pemeriksaan vaksin hingga sampai penetapan halal dan suci. Sebab, penetapan tersebut merupakan bentuk ketaatan terhadap amanat regulasi.

Menurut Zainut, fatwa MUI menegaskan bahwa vaksin Sinovac halal dan suci. Artinya, bahan yang digunakan dalam proses pembuatan vaksin terbebas dari unsur najis.

Baca Juga :  Kurator Kebut Lelang Aset Sritex, Pesangon Tunggu Dana Masuk

Meski sudah ada fatwa, Zainut menilai penggunaannya masih harus menunggu keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sebab, pihak BPOM lah yang berwenang melakukan pemeriksaan terkait keamanan (safety), kualitas (quality), dan kemanjuran (efficacy).

“Fatwa halal dan suci sudah diterbitkan MUI. Tinggal menunggu aspek thayyib nya. Ini yang kita tunggu dari BPOM,” ujarnya.

Zainut menambahkan bahwa proses sertifikasi halal juga sudah berjalan di Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag. BPJPH berperan menerbitkan sertifikasi berdasarkan keputusan penetapan kehalalan produk yang ditetapkan MUI.

Baca Juga :  Dana Pendidikan Tersedot Program MBG, Mahasiswa dan Guru Gugat ke MK

www.tempo.co

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.