JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Miris, Lihat Pemandangan Ratusan Warga Sragen Jalani Swab Covid-19. Sehari Ada 349 yang Ngantri Diswab, Kasus Positif Sudah Mendekati 4.000

Antrian ratusan warga Sragen menjalani swab test di Technopark Senin (18/1/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kondisi penyebaran Covid-19 di kabupaten Sragen kian menghawatirkan. Seperti kondisi Senin (18/1/2021) di mana ada ratusan warga membeludak memenuhi halaman Technopark untuk menjalani tes swab.

Data di DKK, antrian swab test warga Sragen hari kemarin membeludak mencapai 349 orang. Selain itu, halaman Technopark juga dipenuhi pemandangan deretan ambulans dan petugas berpakaian APD lengkap.

Informasi yang dihimpun, masyarakat berdesakan menunggu antrian swab test sejak pagi. Mereka adalah warga hasil tracing yang terlacak kontak erat dengan pasien positif selama dua hari sebelumnya.

Selain itu, sebagian juga melakukan swab tes antigen atas kesadaran sendiri. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto tak menampik fenomena itu.

Ia menyampaikan pada Senin kemarin jumlah warga yang menjalani swab test cukup banyak. Hal itu lantaran hari libur pada Sabtu dan Minggu belum bisa melayani sehingga antrian menumpuk.

Baca Juga :  Tragis, Setrum Jebakan Tikus yang Tewaskan Perangkat Desa Kecik Sragen Ternyata Baru Hari Ini Dipasang. Sebelumnya Sempat Pakai Omprong hingga Gerilya Cari Tikus Tiap Malam..

”Jumlahnya lebih dari 300, ya memang cukup banyak, tidak sampai 400 an,” ujarnya kepada wartawan, Senin (18/1/2021).

Ia menjelaskan sebenarnya ada banyak petugas yang mengambil sampel. Biasanya ada 20-an pada saat itu.

Biasanya yang mengambil sampel ada 2 meja. Menurutnya pengambilan sampel juga tidak memerlukan waktu lama.

Setelah menjalani swab test, selama menunggu hasil keluar, mereka diminta untuk melaksanakan isolasi mandiri. Pihaknya menyampaikan dengan antrian tersebut hasil swab bisa diketahui sekitar 3-4 hari.

Jika ternyata hasil yang didapat positif Covid-19, selama tidak ada gejala bisa melakukan isolasi mandiri di rumah.

”Kalau yang rumahnya layak untuk isolasi mandiri boleh, asal disetujui lingkungan dan puskesmas. Takutnya kalau ada apa-apa dan puskesmas tidak tidak tahu kita yang repot,” ujarnya.

Baca Juga :  Kisah Miris di Balik Pembunuhan Sartikawati, Ternyata Tetangga Ungkap Sudah Sering Pergoki Korban Keluar Malam Dijemput Pria. Penjemputnya Selalu Menunggu di Jalan, Ada Apa Gerangan?

Terpisah, anggota Komisi IV DPRD Sragen, Fathurrahman mengaku mendapat laporan soal membludaknya pasien Covid-19 di Technopark. Dia menegaskan begitu banyaknya antrian lantaran muncul kesadaran masyarakat melakukan rapid test antigen.

”Sekarang kesadaran masyarakat untukrapid test antigen di klinik swasta. Justru dari instansi kesehatan milik pemerintah tidak mengambil peran itu,” bebernya.

Dengan begitu banyaknya antrian swab test di technopark ini menjadi peringatan bagi masyarakat dan pemerintah. Sejauh ini upaya untuk membubarkan kerumunan yang dilakukan sudah cukup bagus. Tetapi belum bisa menyeluruh.

Di sisi lain, hingga hari ini jumlah kasus positif covid-19 Sragen sudah mendekati angka 4000 atau tepatnya di angka 3.999. Jumlah warga yang meninggal total 236 terdiri dari 150 positif, 83 suspek dan 3 probabel. Wardoyo