JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Penerapan PSBB di Wonogiri, Mending Jangan Bepergian Dulu Deh, Penularan COVID-19 di Wonogiri dari Sini Soalnya

Pantai Nampu Paranggupito Wonogiri. Foto diambil sebelum PSBB. JSNews. Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) alias PPKM di Wonogiri disikapi dengan pemberian imbauan kepada masyarakat. Salah satunya warga diminta tidak bepergian ke luar kota, terutama ke wilayah zona merah.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, telah mengeluarkan SE Bupati Wonogiri Nomor 443.2/016 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Wonogiri. Di dalamnya ada aturan yang memerintahkan Camat menginstruksikan kepada Kades/Lurah untuk mengoptimalkan RT/RW dalam melakukan pencegahan dan menerapkan 3M.

Baca Juga :  Info Lur, Semua Tempat Wisata dan Alun alun Giri Krida Bakti Wonogiri Tetap Ditutup Hingga 8 Februari 2021

Selain itu memerintahkan masyarakat di wilayah masing-masing untuk membatasi mobilitas/bepergian ke luar daerah mulai tanggal 11 Januari sampai dengan 25 Januari.

“Diharapkan kasus terkonfirmasi positif Corona bisa menurun dengan adanya kebijakan tersebut. Salah satu pola penyebaran covid-19 yang bisa meluas dikarenakan adanya mobilitas masyarakat yang cukup tinggi,” jelas dia, Selasa (12/1/2021).

Adanya mobilisasi masyarakat dari luar daerah menjadi salah satu pintu masuk terjadinya penularan COVID-19 di Wonogiri. Dia mencontohkan, saat beberapa waktu lalu beberapa kota besar menerapkan PSBB banyak warga boro dari Wonogiri yang mudik.

Baca Juga :  Mantul, Pizza Wabin Rutan Wonogiri Empuk dan Harganya Terjangkau, Dibikin Para Warga Binaan Rutan Wonogiri Sudah Bisa Dipesan Melalui Aplikasi Online Loh

“Kalau ditelusuri dari klaster perjalanan semua. Lalu meningkat menjadi klaster keluarga,” ungkap dia.

Dia mengatakan, seharusnya mobilitas warga dari kota-kota besar bisa ditekan. Dengan begitu diharapkan penambahan kasus Corona bisa ditekan.

Daripada berpotensi tertular dan mengancam keselamatan jiwa masing-masing, diimbau masyarakat menunda dulu aktivitas merantau atau keluar kota. Masih ada alternatif lain untuk melakukan kegiatan ekonomi di pedesaan daripada di perkotaan. Aria