JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Piye Iki Gaes, Area Sekitar Plintheng Semar Alias Taman Selapadi Wonogiri Kok Belum Ditalut Permanen, Padahal Rawan Longsor Loh

Anggota DPRD Wonogiri Urin Tri Hartono ikut mengoperasikan alat berat mengeruk timbunan material longsor sekitar Plintheng Semar. Foto : istimewa

IMG 20210105 WA0037
Anggota DPRD Wonogiri Urin Tri Hartono ikut mengoperasikan alat berat mengeruk timbunan material longsor sekitar Plintheng Semar. Foto : istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Area di sekitar patung Plintheng Semar alias Taman Selapadi Wonogiri disebut-sebut rawan terjadi longsor. Sayangnya hingga saat ini belum ada talut permanen di sekitarnya.

Tercatat sedikitnya dua kali terjadi longsor di kawasan yang berada di pusat Kota Kecamatan Wonogiri tersebut. Warga berharap dibuat takut permanen supaya taman di tebing perbukitan itu bisa lebih aman.

Menurut Ketua RT 2 RW 6 Lingkungan Gerdu, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri Ashari Mursito Wisnu, longsor di dekat Plintheng Semar itu terjadi pada Sabtu (2/1) sore sekitar pukul 16.00.WB. Akibatnya talut setinggi 3 meter dengan panjang 12 meter longsor di pekarangan rumah Maryono (55), warga setempat.

“Tidak ada korban jiwa. Longsor dipicu hujan deras sejak Jumat kemarin itu,” ungkap dia, Selasa (5/1/2021).

Dia membeberkan, talut lama yang longsor hanya terbuat dari tatanan batu. Diduga talut tidak kuat akhirnya longsor mengenai rumah warga.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Hari ini Senin 25 Januari 2021, Hujan Lebat Disertai Petir dan Didahului Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Perbatasan Jateng-Jatim Pegunungan Tengah Hingga Jateng Barat. Tetap Waspada Pada Bencana Hidrometeorologi

“Seingat saya, selama ini sudah dua kali area di sekitar Taman Plintheng Semar itu. Sebelumnya, longsor terjadi pada Desember 2019 lalu menimpa rumah salah satu warga,” terang dia.

Pihaknya berharap dilakukan pembuatan talut yang lebih kuat dan permanen dengan adukan semen. Sehingga tidak hanya batu yang ditata kurang kuat. Untungnya, pembangunan talut di sekitar olintheng semar itu mulai dikerjakan.

“Warga juga sudah bergotongroyong untuk itu. Ini juga ada bantuan alat berat dan material dari Mas Rimo (Urin Tri Hartono, anggota DPRD Wonogiri dari fraksi PDIP). Tapi masih kurang dan sampai hari ini masih dimerjakan,” ujar dia.

Kepala Bidang Pertamanan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Wonogiri Waris Kadarwanto mengatakan telah menerima laporan terjadinya longsor di sekitar Taman Plintheng Semar. Namun, longsor itu tidak berada di area Taman Plintheng Semar yang menjadi tanggung jawab pihaknya.

Baca Juga :  2 Gadis di Purwantoro Wonogiri Diduga Digagahi 2 Pemuda, Sebelumnya Bertemu di Hutan Donoloyo, Korban Dicekoki Miras

“Itu di pemukiman masyarakat. Secara tugas fungsinya bukan kewenangan kami,” kata Wasis.

Dia menambahkan, di batu besar ikon Plintheng Semar, belum ada penguatan yang dibangun. Hanya ada tanah keras saja. Dia pun tak menampik bahwa seharusnya area tersebut segera ditalut.

“Awal tahun 2020 lalu kami sudah merencanakan membuat desainnya. Tetapi karena ada pandemi dan juga refocussing, anggaran untuk penalutan itu belum bisa terealisasi,” tutur Waris.

Di tahun ini pun pembangunan talut di area Taman Plintheng Semar juga telah diusulkan. Namun, hingga saat ini rencana tersebut belum bisa terakomodir.

Dia mengaku petugasnya baru saja melakukan pengecekan di Taman Plintheng Senar. Hasilnya, di beberapa titik terdapat potensi aliran air hujan yang bisa menggerus tanah di sekitar batu besar ikon taman itu hingga menjadi kekhawatiran. Aria