JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Riuh Isu Rebutan Kios Sentra Kuliner Sragen, Sejumlah Kalangan Mengaku Malu Dengar Ada Pejabat dan Oknum DPRD Ikut Minta Jatah. Usul Dilelang Terbuka dan Diperuntukkan Bagi Pedagang Kecil, Setuju?

Wajah Sentra Kuliner Veteran Sragen yang kini menjadi sorotan terkait penataan penempatan kios bagi pedagang dinilai tak obyektif. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rencana pembagian kios untuk pedagang di Sentra Kuliner Veteran Brigjen Katamso Sragen makin riuh mengundang sorotan.

Sejumlah kalangan kembali melontarkan suara terkait desas-desus yang mengiringi, termasuk indikasi adanya monopoli pedagang kelas kakap untuk menempati kios-kios di kawasan bekas gedung Veteran Sragen itu.

Salah satu pengusaha kuliner Sragen, Dodok Sartono mengatakan jika konsep Sentra Kuliner dibuat untuk menampung pelaku UMKM, mestinya pengusaha kuliner yang sudah mapan dan besar, bukan lagi masuk prioritas menempati kios.

Menurutnya, mereka yang usaha kulinernya sudah unggul, tidak perlu lagi mendapat prioritas fasilitas pemerintah.

Baca Juga :  Ada Ancaman Varian Omicron, Semua PNS di Sragen Diharamkan Libur Cuti Saat Natal Tahun Baru. Bupati: Semua Harus Turun Jaga Jangan Ada Keramaian!"

”Mereka kan bisa hidup secara mandiri. Nah yang skala kecil yang mestinya perlu diberi tempat. Mereka yang lebih punya hak dan terutama mereka yang terkena relokasi dan kebingungan membuka usaha. Harusnya dipilah lagi bagi UMKM kecil dan berpotensi,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (29/1/2021).

Salah satu owner Ayam Geprek Sragen itu memandang penataan kios di Sentra Kuliner hendaknya berpedoman sebagaimana rencana awal pembangunan sentral kuliner itu.

Ia juga menilai tidak sepatutnya para pejabat mengambil hak para pedagang kecil. Apalagi di tengah pandemi mereka sedang berjuang di tengah sekaratnya kondisi ekonomi.

Baca Juga :  Hindari Cewek Bakul Jamu, Mobil Honda Brio Malah Mandi Lumpur Nyemplung Sawah di Singopadu Sidoharjo Sragen

”Justru saat inilah kehadiran pemerintah sangat diharapkan untuk bisa membantu pelaku UMKM bertahan hidup melawati resesi ekonomi. Kita pastikan saat kita mengambil hak orang lain maka tidak akan berkah rejeki dan hidupnya. Semoga para pemangku kebijakan paham betul itu,” terang pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sragen ini.

Dodol juga menyayangkan jika kabar adanya oknum pejabat yang sampai hati ikut meminta jatah dari 21 kios di sentra kuliner itu.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua