JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Sebagai Solusi Alternatif di Tengah Pandemi, Masyarakat Yogyakarta Didorong Belanja Online di Pasar Tradisional

ilustrasi belanja online / pixabay

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah Kkota (Pemkot) Yogyakarta tak hanya melarang pedagang pasar berjualan di masa pandemi dan pembatasan aktivitas.

Namun juga menyodorkan solusi yang tidak merugikan masyarakat pedagang. Karena itu, untuk membantu para pedagang pasar agar bisa tetap berjualan di masa pandemi Covid-19, Pemkot Yogyakarta menjalin kerja sama dengan GoShop.

Pada laporan GoShop periode 16 Oktober hingga 31 Desember, tercatat jumlah transaksi GoShop mencapai 1.749 dengan gross shopping value mencapai Rp 174 juta.

Sementara penerima cashback (menggunakan GoPay) berjumlah 1.397.

Kepala Bidang Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Gunawan Nugroho Hutomo menyebut jika perlu ada upaya lebih optimal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berbelanja secara online.

Baca Juga :  Penasaran Ingin Selfie di Atas Laut Selatan, Datang Saja ke Pantai Nguluran di Gunungkidul

Setelah adanya laporan tersebut, Gunawan menjelaskan bahwa perlu ada penekanan ke masyarakat bahwa berbelanja di pasar menggunakan GoShop akan mendapatkan promo cashback.

Menurutnya, mungkin hal tersebut selama ini belum diinformasikan secara maksimal.

Gunawan mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong para pedagang untuk lebih percaya diri dan semangat berjualan secara online di masa pandemi ini.

Sementara itu, Humas Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Timur Ayem Tentrem, Ida Chabibah mengatakan jika dia merasa dipermudah dengan adanya program kerja sama Pemkot Yogyakarta dengan GoShop.

“Kalau saya pribadi, itu sangat membantu sekali, dipermudah. Menolong jual beli kita,” katanya, Kamis (21/1/2021).

Baca Juga :  Yuk, Usir Kejenuhan dengan Wisata Glamping di Bawah Kaki Merapi!

“Tapi kasihan, ada negatifnya, kasihan yang belum punya Android. Kan pedagang itu ada yang sudah sepuh-sepuh,” imbuhnya.

Ida menyebut transaksi melalui pemesanan mungkin dilakukan tujuh sampai sepuluh orang, meski tak setiap hari.

“Yang namanya jual beli kan kadang ada yang sepi, ada yang rame,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan bahwa untuk pelanggannya sendiri, biasanya akan memesan melalui WhatsApp kemudian dikirimkan menggunakan GoSend dan dibayar secara transfer.

Menurut data laporan GoShop, pasar yang paling banyak menggunakan layanan aplikasi ini adalah pasar Kranggan dengan presentase pemesanan 27,56 persen.

Pasar Beringharjo sendiri berada di urutan keempat dengan presentase pemesanan 10,06 persen.

www.tribunnews.com