JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Selama PSBB Pedagang Sayur Keliling di Karanganyar Boleh Jualan. Tapi Bupati Keluarkan Ancaman Bagi yang Ngeyel Tak Taat Prokes, Nih Sanksinya!

Bupati Juliyatmono. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan dispensasi kepada pedagang sayur keliling untuk berjualan dan mengambil dagangan di pasar-pasar.

Namun demikian Bupati memberikan syarat ketat. Jika pedagang sayur keliling tidak mentaati protokol kesehatan maka langsung dibubarkan tidak boleh mengambil dagangan di pasar-pasar.

“Selama mau ditertibkan dan mentaati protokol kesehatan, kami izinkan para pedagang sayur keliling karena mereka tidak menetap di suatu tempat melainkan mobile sehingga bisa dipahami,” paparnya kepada wartawan, Senin (11/01/2021).

Meski begitu Juliyatmono mengingatkan agar pedagang tetap memakai masker serta hindari kerumunan terutama saat proses mengumpulkan dagangan dari berbagai pasar di malam hari.

Baca Juga :  PPKM di Solo Raya Seharusnya Selesai Pekan Depan, tapi Pemerintah Berencana Memperpanjang 2 Pekan sampai 8 Februari 2021. Ini Alasannya

Setidaknya pada pengambilan pengumpulan sayur tidak rebutan melainkan menjaga jarak. Kemudian diusahakan cepat pergi setelah bahan dagangan terkumpul.

“Kami sudah perintahkan Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi Disdagnakerkop & UMKM untuk melakukan pantauan malam hari hingga pagi hari,” ungkapnya.

Bahkan Juliyatmono memerintahkan Satpol PP dan Disdagnakerkop & UMKM untuk segera memberikan laporan jika dilapangan para pedagang sayur keliling susah diatur ngeyel.

“Jika sampai itu yang terjadi maka saya stop langsung. Silahkan ambil dagangan di rumah masing-masing pedagang saja jangan dipasar,” tukasnya.

Pada prinsipnya, lanjut Juliyatmono, para pedagang sayur keliling itu membeli dagangan dari teman mereka sendiri, hanya saja harus melalui pasar-pasar malam. Diantaranya pasar Tawangmangu, Bejen, Matesih dan Karangpandan untuk selanjutnya dijual keliling di berbagai daerah.

Baca Juga :  Tak Basa-Basi, Kepergok Tanpa Masker, 5 Pedagang di Pasar Tradisional di Karanganyar Langsung Dihukum Tak Boleh Jualan Sehari. Kios Ditutup Paksa, Kalau Ngeyel Lagi Bakal Diperpanjang!

Baik di Kabupaten Karanganyar, Sukoharjo hingga Solo. Untuk itulah ranah jualan para pedagang itu masih bisa ditoleransi sebab tidak menimbulkan kerumunan disatu tempat.

Sementara itu, Kepala Disdagnakerkop & UMKM Karanganyar, Martadi mengatakan sudah memerintahkan para Lurah Pasar untuk memantau pergerakan pasar baik siang ataupun malam hari.

“Semua pegawai pasar sudah saya siapkan untuk mengantisipasi hal-hal teknis selama berlangsung PPKM,” tandasnya.

Martadi meyakinkan bahwa seluruh petugas pasar bekerja ekstra selama PPKM karena mengacu Intruksi Bupati. Beni Indra