JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Siapkan Diri, Efek Samping Suntikan Vaksin Covid-19 Biasanya Meriang dan Nyeri. Bahkan Bisa Mual dan Muntah!

Ilustrasi vaksinasi. Foto: Pexels.com

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) menyampaikan efek samping dari suntikan vaksin covid-19 biasanya akan berdampak meriang.

Meski demikian, efek samping itu tidak akan lama dan masyarakat tidak perlu cemas atau khawatir. Hal itu disampaikan Kepala DKK Sragen, Hargiyanto kepada wartawan belum lama ini.

Ia menyampaikan untuk efek samping bagi orang yang disuntik vaksin biasanya merasa meriang. Ditambah ada sedikit efek nyeri di titik bekas suntikan.

Selain itu kadang juga bisa mual dan bahkan muntah jika trauma dan takut dengan jarum suntik.

“Efek sampingnya, biasanya meriang dan sedikit nyeri,” paparnya.

Ia menjelaskan prioritas pertama yang mendapatkan vaksin yakni tenaga Kesehatan (nakes). Jumlah nakes di Kabupaten Sragen yang sudah terdata adalah 5.996 orang.

Merekalah yang akan menjadi kelompok pertama untuk divaksin. Selain itu ada pejabat utama kepala daerah, Sekda hingga kepala DKK. Selanjutnya baru TNI, Polri dan lainnya.

Baca Juga :  Pasien Jantung Belum Layak Disuntik Vaksin Sinovac, Berikut Ini Penderita Jenis Penyakit yang Layak dan tidak Layak Disuntik Sinovac

”Pelaksanaan vaksin rencananya serentak dimulai tanggal 14 Januari. Untuk tahap awal, Sragen akan dapat 1.779 dosis. Pelaksanaan akan dilangsungkan di 25 puskesmas yang ada di Sragen,” jelasnya.

Hargiyanto menguraikan nantinya setiap orang divaksin dua kali suntikan. Sehingga untuk nakes saja dibutuhkan sekitar 11.992 dosis vaksin.

Waktu jeda suntikan pertama dan kedua adalah 2 minggu. Nantinya semua yang terdata masuk prioritas akan menerima SMS atau pesan singkat. Kemudian ada mekanisme screening dan ada aplikasi khusus yang diterapkan untuk vaksinasi ini.

“Nanti vaksinnya dilakukan di Puskesmas. Kalau rumah sakit nanti kalau ada yang siap akan dilatih aplikasi,” tukasnya.

Baca Juga :  Siap-Siap, 3.987 Nakes di Semarang Besok Bakal Disuntik Vaksin Sinovac. Gubernur Ganjar: Jangan Ragu!

Sedangkan pengiriman vaksin tahap kedua harus menunggu lagi dari pemerintah pusat. Dia menegaskan vaksin ini gratis dan sama sekali tidak dipungut biaya sesuai pernyataan Presiden.

”Pak Jokowi kan bilang gratis semua,” terangnya.

Dia menegaskan untuk pengadaan vaksin ini seluruhnya dari pemerintah pusat. Sejauh ini belum petunjuk menggunakan dana dari pemerintah provinsi ataupun kabupaten untuk pembelian vaksin.

Terpisah, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr. Y. Agus Sudarmanto menegaskan untuk mereka yudah divaksin tetap menjalani protokol kesehatan (Prokes). Semisal memakai masker dan mencuci tangan.

”Setelah divaksin Prokes tetap dijalankan. Prokes ini namanya kan perlindungan diri. Kehati-hatian, melindungi diri dan orang lain, jika sama-sama pakai masker maka saling menjaga,” ujarnya. Wardoyo