JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Anda ke Solo? Belum Afdol Kalau Tak Mencicipi Wedang Asle

Wedang Asle pak Martin / Foto: Dinda Widyasworo Kusuma

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Saat berkunjung ke Solo, belum lengkap rasanya jika belum mencicipi kuliner yang satu ini.  Namanya cukup unik, yaitu wedang Asle.

Kuliner yang satu ini sangat cocok dinikmati saat musim hujan ataupun pada malam hari. Meski aromanya berbeda dengan wedang  ronde, namun minuman yang satu ini sama-sama nikmatnya.

Cukup banyak penjual wedang Asle yang berkeliling  di kota Solo, salah satunya yang tetap eksis adalah Wedang Asle Pak Martin.

Wedang Asle adalah minuman yang terbuat dari kuah santan yang di dalamnya  ditambahkan potongan roti, ketan, dan agar-agar.

Wedang Asle  selalu disajikan secara hangat.  Jadi  kita tidak perlu menunggu lama untuk menyantapnya.

Rasa kuah santan wedang asle yang gurih, dan ditambah  aroma  daun pandan pada kuah santan sangat  terasa, menggoda siapa saja yang membau kuah santan wedang asle.

Baca Juga :  Pemkot Solo Alokasikan Vaksin Covid-19 untuk 6.000 Lansia

Pak Martin (63) penjual wedang asle dari Klaten, terhitung  sudah berjualan  wedang asle selama 30 tahun.

Setiap harinya, wedang asle Pak Martin bisa terjual sekitar 70 sampai 80 porsi, atau setara dengan  10-15 kilogram.

Pagi-pagi sekali Pak Martin harus bangun tidur dan menyiapkan segala sesuatunya, sebelum akhirnya pukul 09.300 WIB ia mulai berkeliling menjajakan dagangannya.

Didorongnya gerobag dagangan itu dari satu tempat ke tempat lain di penjuur kota Solo. Di sepanjang perjalannya itulah, rezeki datang melalui para pembeli yang menikmati  wedang racikannya.

Ketika matahari mulai condong ke barat, sekitar pukul 15.00 WIB, biasanya dagangannya mulai habis. Saat itulah ia harus pulang dengan membawa rezeki di hari itu.

Pak Martin biasa mendorong gerobak jualannya  dari daerah Penumping sampai di kawasan Matahari Singosaren.

Baca Juga :  Nur Kholid Syaifullah Ditunjuk Jadi Pimpinan Pusat Yayasan Majlis Tafsir Alquran, Gantikan Ustaz Ahmad Sukina yang Wafat

Rupanya, rasa penat dan cucuran keringat akhirnya berbalas berkat. Lantaran  kegigihan dan kerja kerasnya, pak Martin bisa menyekolahkan ketiga anaknya.

Bahkan salah satu anaknya ada yang  sudah bekerja menjadi seorang perawat.

Kini, ketika pandemi  Covid-19 melanda,  Pak Martin ikut merasakan dampaknya. Sebelum pandemi, biasanya wedang asle Pak Martin sudah habis sekitar jam tiga sore.

“Tapi semejak  pandemi, saya baru pulang jam enam sore setelah wedang asle habis terjual!” kata pak Martin kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (12/2/2021).

Tidak perlu khawatir soal harga, karena untuk satu porsi wedang asle Pak Martin dibandrol dengan harga Rp 5.000 saja. Penasaran ingin mencicipi sedapnya wedang asle Pak Martin?

Anda bisa mencarinya di sekitar daerah Penumping atau di kawasan Matahari Singosaren. Dinda Widyasworo Kusuma