JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Didemo Warga, Para Peternak Babi di Kebakkramat Karanganyar Minta Waktu 7 Bulan. Beralasan Babinya Masih Kecil-Kecil dan Belum Laku Dijual!

Foto/Teras.Id


KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM
Para peternak babi yang berada di Dusun Kauman RT 2 RW/ 10 Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar meminta waktu selama 7 bulan untuk melakukan sterilisasi terhadap kandang babi milik mereka.

Hal tersebut berdasarkan hasil kesepakatan yang dilakukan oleh 4 peternak babi dengan warga yang berlangsung di balai Desa Nangsri, Kecamatan Kebakramat, Jumat (19/2/2021).

Kepala Desa Nangsri, Wiyana menyampaikan, mediasi yang dilakukan antara warga dengan empat peternak tersebut untuk menindaklanjuti keluhan dan protes warga kemarin.

Protes dilontarkan karena peternakan babi yang dekat dengan pemukiman sehingga mengganggu lingkungan dan menimbulkan bau tidak sedap.

“Dari hasil mediasi tersebut, para peternak berjani akan melakukan sterilisasi. Para peternak minta waktu tujuh bulan,” paparnya dihubungi wartawan, Jumat (19/2/2021).

Wiyana menguraikan alasan peternak untuk meminta waktu dengan pertimbangan saat ini ternak babi yang mereka miliki masih kecil.

Baca Juga :  Mendadak Viral, Status WA Bidan Desa di Karanganyar Unggah Foto Bayi Cantik Jadi Saksi Kejahatan Covid-19. Langsung Banjir Empati, Ada Doa Semoga Bisa Kumpul di Surga

Sehingga harus menunggu hingga layak untuk dijual. Menurutnya pemilik ternak meminta tenggat waktu dengan pertimbangan supaya usia babi sudah layak jual.

Selama kurun waktu tersebut, para peternak juga berjanji akan melakukan sterilisasi sehingga bau yang keluar dari kandang diupayakan tidak menyegat dan mengganggu warga.

“Salah satu peternak yang berasal dari Solo meminta waktu 5 bulan. Sedangkan 3 pemilik lain minta waktu setelah panen. Jika melanggar kesepakatan silahkan dibongkar sendiri bersama pemilik ternak,” tegasnya.

Terpisah, Kabid Peternakan Dispertan PP Karanganyar, Heri Sulistyo mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan mantri ternak di lapangan untuk melakukan pengawasan.

Terutama untuk pakan ternak yang tidak menimbulkan bau.

“Kalau pakan ternak difermentasi dengan mikroba, tidakakan menimbulkan bau. Kita akan berikan pelatihan kepada para mantri ternak ini,” ulasnya.

Baca Juga :  Kabar Terbaru Revitalisasi Pasar Kwadungan di Kerjo Karanganyar. Tim BPKP Mulai Terjun Lakukan Pengecekan, Disebut Beranggaran Rp 50 Miliar

Sebagaimana diberitskan, warga Kauman mendatangi kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perikanan Kamis (18/02/2021). Mereka memprotes keberadaan kandang babi yang berada di wilayah mereka karena sangat mengganggu. Wardoyo