JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Gandos Rangin, Sekilas Seperti Sagon Tapi Beda Cita Rasa, Ingin Coba?

Pak Misrin tengah melayani pembeli gandos rangin / Foto: Reza Pangestika

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bagi generasi masa kini atau milenial yang lebih akrab dengan mall, cafe atau pusat perbelanjaan, nama gandos rangin mungkin terasa asing di telinga.

Namun bagi masyarakat Surakarta generasi sembilan puluhan, nama ini mungkin tidak asing lagi. Gandos rangin adalah kue tradisional yang memiliki cita rasa gurih.

Bagi Anda yang tinggal di Kota Solo, tentu sudah tidak asing lagi dengan kue yang satu ini.

Gandos rangin terbuat dari tepung beras dan kelapa. Kue yang memiliki rasa khas gurih ini sudah ada sejak lama.

Pada zaman ini, penjual kue gandos rangin masih dapat ditemukan di sekitaran pasar maupun di pinggir jalan.

Gandos rangin adalah salah satu makanan tradisional yang berasal dari Kota Solo. Kue ini berbentuk setengah lingkaran dan dicetak menggunakan loyang yang dipanasi api di bawahnya.

Baca Juga :  Pelantikan Gibran-Teguh Digeser ke DPRD Solo, Undangan Dibatasi 25 Orang, Siapa Saja

Kue yang satu ini memiliki tekstur yang lembut dan empuk. Oleh kelembutannya dan cita rasanya yang gurih, masih banyak yang menyukai kue ini.

Tak hanya kalangan anak-anak, orang-orang dewasa pun tak ketinggalan menyukai kue ini. Rasanya yang gurih tidak membuat nek di lidah.

Sekilas, kue ini mirip dengan sagon karena memiliki bentuk yang sama. Namun kenyataannya keduanya berbeda, karena bahan dasar pembuatannya pun juga berbeda.

Misrin (70) adalah salah satu penjual gandos rangin yang berjualan di depan Bank BRI unit Ledoksari, Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Kepatihan Wetan, Jebres.

“Saya sudah berjualan selama 20 tahun,” urai Misrin, Kamis (11/2/2021).

Misrin menjual dagangannya dengan menggunakan gerobak berwarna hijau. Soal harga tak perlu khawatir, satu porsi gandos rangin hanya dijual dengan harga Rp 6.000. Dengan harga yang murah Anda sudah dapat 10 kue gandos rangin.

Baca Juga :  Yuk, Coba Cabuk Rambak! Kuliner Khas Solo Warisan Keraton

Misrin tidak pernah mematok minimal pembelian gandos rangin kepada pembeli.

“Sebenarnya kalau mau beli tidak harus satu porsi, kadang juga ada yang beli cuma Rp 3.000,” papar Misrin.

Pembuatan gandos rangin yang dilakukan Misrin yaitu dengan tepung beras sebanyak 5 kilogram dan kelapa 10 buah.

“Kalau masalah bahan itu selera, biasanya saya menggunakan tepung beras dan kelapa yang diparut lalu diaduk menjadi satu,” imbuhnya.

Misrin mulai berjualan dari pukul 09.00 WIB sampai dagangannya habis. Kalau pas laris, dagangannya bisa habis pukul 13.00 WIB. Namun jika lagi sepi, bisa sampai pukul 15.00 WIB. Reza Pangestika