JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Hampir Sebulan Nasib 5 Awak Kapal TB Mitra Jaya Korban Tabrakan dengan KM Tanto Bersinar di Gresik Masih Misteri. Geram Perusahaan Malah Tutup Mata, Keluarga: Ini Menyangkut Nyawa Pak!

Korban TB Mitra Jaya, Budiantoro (kanan) dan Himawan CH (kanan). Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Nasib lima korban awak kapal TB Mitra Jaya XIX yang bertabrakan dengan KM Tanto Bersinar di perairan Gresik, Jawa Timur hampir sebulan hingga kini tak kunjung ada kejelasan.

Ironisnya, hingga kini pihak perusahaan pemilik kapal TB Mitra Jaya dinilai abai dan tak menunjukkan itikad baik atau empati terhadap keluarga korban.

Pihak keluarga awak kapal pun mengaku kecewa dan menyayangkan sikap dari perusahaan pemilik kapal itu.

Fakta itu mencuat dari curahan hati para keluarga awak kapal yang menjadi korban tragedi di Gresik itu.

Endro salah seorang keluarga dari awak kapal TB Mitra Jaya bernama Budiantoro (50) mengatakan semenjak terjadi tabrakan dengan KM Tanto Bersinar di perairan Gresik Jawa Timur 23 Januari lalu, sampai sekarang tidak ada kabar kelanjutan bagaimana kejelasan penanganannya.

Baca Juga :  3 Kios Mewah di Pasar Pungkruk Sragen Disegel Petugas. Ternyata Bertahun-Tahun Nunggak Retribusi

Ia mengatakan bahwa upaya evakuasi terhadap korban terbilang sangat lambat. Padahal hal itu menyangkut nyawa dan keberadaan korban.

Dia mengaku menerima informasi bahwa pencarian terkendala cuaca buruk di perairan laut jawa tersebut.

“Intinya evakuasi lambat, yang kedua padahal ini kan menyangkut nyawa Pak. Dasar mereka itu faktor cuaca, apa tidak ada cara selain menyelam tradisional. Kami kecewa dengan perusahaan tidak ada empaty terhadap keluarga korban,” ungkap Endro kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (18/2/2021).

Tak cukup hanya di situ, Endro juga menyayangkan sikap dari perusahan dari TB Mitra Jaya yang hingga kini juga belum ada itikad baik.

Baca Juga :  Sempat Syok, Keluarga Masih Berharap Aipda Joko Mudo Bisa Ditemukan dengan Selamat!

Alih-alih mengupayakan pengurusan asuransi atau bantuan hidup, upaya memberikan keterangan dan menjawab konfirmasi pun sangat susah.

Padahal keluarga membutuhkan logistik untuk hidup. Sementara, Budiantoro sendiri selama ini adalah tulang punggung bagi kehidupan keluarganya.

“Kemarin sudah kita samperin dari bos janji akan dipenuhi tapi masalah belum selesai. Memang belum selesai tapi kejadian udah lama, tiga minggu berlarut-larut sedangkan yang hilang (awak kapal) ini kan tulang punggung butuh logistik mereka butuh makan,” urainya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com