JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Luncuran Awan Panas Merapi Lebih Jauh dari Sebelumnya, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Guguran material batu pijar (rock fall) Merapi terus berlangsung hingga Selasa (23/2/2021) dini hari. Pengamatan dan pemotretan sejak Senin (22/2/2021) sekira pukul 21.30 WIB hingga pergantian hari, terjadi belasan kali guguran / tribunnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dibanding waktu-waktu sebelumnya, luncuran awan panas gunung Merapi pada Kamis (25/2/2021) petang memiliki jangkauan yang lebih jauh.

Demikian catatan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta.

“Malam ini terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi dengan estimasi jarak luncur kurang lebih 1.900 meter ke arah barat daya sekitar pukul 18.42 WIB,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Kamis (25/2/2021).

Awan panas guguran itu lebih jauh dibanding kejadian-kejadian sebelumnya yang rata-rata lontarannya mencapai rentang jarak 1.000 meter dari puncak.

Baca Juga :  8 Pasangan Mesum Ini Kalang Kabut Saat Satpol PP Gerebek Rumah Kost di Condongcatur Sleman. Sebagian Masih Mahasiswa

Pada Kamis petang, luncuran awan panas terekam di seismogram dengan amplitudo 51 milimeter dan durasi 175 detik. Adapun tinggi kolom tidak teramati karena puncak berkabut.

Selang dua jam sebelumnya, BPPTKG juga mendeteksi awan panas guguran terjadi satu kali pada pukul 16.52 WIB dengan tinggi kolom yang juga tak teramati.

Amplitudonya tercatat 37 milimeter, durasi 115 detik dengan estimasi jarak luncur 1.500 meter ke arah barat daya.

Baca Juga :  Bonbin Gembira Loka Yogyakarta Hanya Buka Sabtu dan Minggu Selama Ramadan

“Untuk status Merapi saat ini tetap Siaga,” kata Hanik.

Potensi bahaya erupsi Gunung Merapi belum berubah yakni berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

“Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya Gunung Merapi,” ujar Hanik.

www.tempo.co