JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Ribuan Warga MTA Sholatkan Jenazah Ustaz Ahmad  Sukina di Lapangan Kaliboto, Mojogedang, Karanganyar

Suasana pemakaman Pimpinan MTA Ahmad Sukina / Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Sekitar 8.000 warga Majelis Tafsir Alquran (MTA) turut menyolatkan jenazah Ketua Umumnya, Ustaz Ahmad Sukina di Lapangan Desa Kaliboto, Mojogedang, Karanganyar, Kamis (25/2/2021).

Jenazah berada di dalam ambulan di tengah lapangan, lalu disholatkan. Hal itu dilakukan mengingat pemakaman dilakukan sesuai dengan  protokol kesehatan.

Salat  dipimpin langsung oleh Sekjen MTA Ustaz Sunarno yang diikuti seluruh warga MTA yang hadir. Soff sholat dibagi dua yakni soft depan para kaum laki-laki disusul soff belakang kaum perempuan.

Sholat jenazah berlangsung khusyuk,  meskipun suasana mendung menggelayut  tanda akan turun hujan. Sholat jenazah hanya  berlangsung sekitar lima menit.

Baca Juga :  Ngeri..Tiga Rumah di Desa Beruk, Jatiyoso, Karanganyar Terkubur Tanah Longsoran Tebing. Tiga KK Selamat Karena Sedang Sholat Tarawih

Setelah disholatkan, ambulan yang membawa jenazah langsung bergerak menuju pemakaman Muslim Shalat yang letaknya bersebelahan dengan lapangan Kaliboto. Seluruh petugas yang memakamkan, mengenakan  pakaian APD lengkap.

Sekjen MTA Ustadz Sunarno pada sambutan setelah pemakaman mengatakan meminta seluruh warga mendoakan almarhum.

“Sebagai muslim kita semua wajib mendoakan Almarhum dan juga memaafkan jika ada kesalahan,” ujarnya.

Sambutan Sekjen MTA itu disambut haru seluruh  warga MTA. Bahkan tak sedikit yang tak kuasa menahan tangis karena terharu.

Baca Juga :  Informasi Terbaru Sistem Pemilu dan Pileg 2024 di Karanganyar, Simak Penjelasan KPU Berikut!

Sementara prosesi pemakaman berlangsung relatif cepat sekitar 23 menit dimulai saat memasukkan jenazah almarhum ke liang lahat hingga selesai.

Tak ada tanda khusus seperti batu nisan pada makam almarhum melainkan hanya gundukan tanah saja.

Pantauan JOGLOSEMARNEWS di lokasi makam terlihat ratusan warga MTA masih enggan pulang dan ingin melihat makam almarhum meski terus didesak polisi dan TNI agar segera pulang.

Hujan pun turun sesaat seiring rampungnya pemakaman sehingga warga berteduh dibawah atap kajang seng yang dipasang di lapangan Kaliboto. Beni Indra