JOGLOSEMARNEWS.COM Market Ekbis

Tahok Pak Citro, Kuliner Legendaris Khas Tiongkok di Solo yang Menyehatkan

Seperti ini profil kuliner Tahok / Foto: Dinda Widyasworo Kusuma

 SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kuliner khas Solo yang satu ini kelihatannya seperti bubur sumsum yang terbuat dari tepung beras. Namun begitu menyentuh lidah, barulah ketahuan kalau itu bukan bubur sumsum.

Ini adalah tahu kembang atau yang biasa disebut dengan Tahok. Tahok atau kembang tahu ini terbuat dari kedelai yang sudah digiling dan disaring.

Lalu  sari kedelai itu dimasak hingga mengental. Kembang tahu yang sudah mengental, diambil secukupnya lalu diberi kuah yang berasal dari rebusan rempah-rempah jahe, sereh daun pandan, dan gula jawa.

Melihat dari asal-usul dan namanya, sejatinya Tahok adalah kuliner khas Tiongkok. Namun, sekarang kuliner yang satu ini sudah identik dengan Kota Solo.

Penasaran? Cobalah datang ke Solo. Cukup banyak kuliner Tahok ini di kota bengawan. Salah satu yang paling gampang dicari adalah Tahok Pak Citro.

Baca Juga :  Pengusaha Ekspedisi di Solo Untung Besar Meski Mudik Lebaran Dilarang
2502 tahok a
Warung Tahok milik Pak Citro di kawasan Pasar Gede, Solo / Foto: Dinda Widyasworo Kusuma

Tahok Pak Citro ini terbilang cukup legendaris di Kota Solo, karena sudah ada sejak tahun 1967.  Jadi sudah 54 tahun Pak Citro berjualan Tahok, dan sampai sekarang masih bertahan.

Datanglah ke Pasar Gede. Di sana Tahok Pak Citro dapat ditemukan di Jalan  Suryopranoto No. 21, Kepatihan Wetan, Kecamatan Jebres.

Jika siang hari, Tahok Pak Citro bisa dijumpai di Jalan Kapten Mulyadi No. 76 Surakarta (depan Toko Remaja Cosmetic Center).

Buka dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB, Pak Citro biasanya  berhasil menjual dua kaleng atau setara dengan 100 porsi. Dengan harga per porsi Rp 8.000, secara global dia bisa meraup Rp 800.000.

Baca Juga :  Limbah Batu Bara Justru Berpotensi Jadi Primadona Baru Dalam Pengembangan Industri Nasional

“Sampai sekarang masih banyak yang suka tahok, meski makanan ini  termasuk makanan lama dan bukan asli Indonesia. Saya menggunakan resep yang  sudah turun temurun dari beberapa keturunan,” ujar Pak Citro (86).

Hari libur atau hari besar biasanya menjadi pundi-pundi rezeki bagi Pak Citro. Pasalnya, pukul 11.00 WIB daganan Pak Citro sudah habis terjual.

Tahok bukan sekadar mengenyangkan, namun juga punya manfaat kesehatan bagi tubuh. Mialnya untuk menurunkan kolesterol, mencegah demensia, menjaga kekuatan dan kesehatan tulang dan masih banyak lagi.

Penasaran dengan kuliner yang nikmat dan menyehatkan ini? Tahok Pak Citro bisa menjadi referensi bagi Anda yang sedang berkunjung ke Solo.  Dinda Widyasworo Kusuma