JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Mulai Masuk Lelang, Wow Anggaran Makan Pegawai RSUD Karanganyar Capai Rp 1,7 Miliar. Anggaran 2 Mobil Dinas Pimpinan DPRD Juga Capai Rp 888 Juta!

Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto saat hadir dalam peresmian gedung baru RSUD Karanganyar 2017 silam. Foto/Humas Pemkab

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM
Proyek pembangunan infrastruktur di Karanganyar mulai dilelang. Selain proyek infrastruktur penyediaan makan pegawai RSUD mulai bulan Mei-Desember 2021 senilai Rp 1,7 miliar serta pengadaan dua mobil dinas pimpinan dewan senilai Rp 888 juta lebih juga masuk dalam daftar lelang.

Bahkan pengadaan dua kendaraan dinas ini dilakukan dengan menggunakan sistem tender cepat.

Kepala bagian (Kabag) Pengadaan Barang dan Jasa Setda Karanganyar, Soenarto menjelaskan proyek yang masuk dalam proses lelang di antaranya penyediaan makanan kepada seluruh pegawai RSUD dengan anggaran Rp 1,7 miliar.

Baca Juga :  Tim Sidak Karanganyar Dibikin Terkaget-Kaget, Ada Penyedap Rasa Kedaluwarsa 2017 Masih Dijual Bebas. Ada Obat Daftar G dan Keras Juga Dijual di Kios Sayuran

Kemudian pengadaan dua kendaraan dinas pimpinan DPRD juga jasa konstruksi 2 RDTR, 12 paket penyediaan air minum dengan nilai rata-rata Rp 420 juta per titik.

Lantas pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) dengan pagu anggaran senilai Rp 4,8 miliar, serta proyek pembangunan irigasi di 10 titik yang berasal dari DAK.

Sedangkan kelanjutan pembangunan gedung teater, Soenarto mengaku sampai saat ini belum menerima dari DPU PR selaku pengguna anggaran.

“Untuk lelang proyek pembangunan MPP memasuki lelang ketiga. Dalam proses dua kali lelang selalu gagal. Karena peserta lelang tidak memenuhi persyaratan. Pada lelang ketiga ini kami berharap didapatkan pememang lelang yang memenuhi kualifikasi, baik administrasi maupun dari sisi teknis,” paparnya kepada wartawan Senin (22/3/2021).

Baca Juga :  Karanganyar Dapat Tambahan 33.000 Dosis Vaksin Covid-19, Bupati Minta Guru dan Lansia Didahulukan. Total Baru 83.316 Warga yang Sudah Disuntik Vaksin

Soenarto menjelaskan dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur pihaknya mendahulukan pembangunan yang berasal dari dana alokasi khusus (DAK).

Pasalnya, menurutnya penggunaaan dan pencairan anggaran DAK ini dibatasi oleh waktu.

“Proyek dengan anggaran yang berasal dari DAK seperti pembangunan 10 daerah irigasi tetap kita dahulukan,” pungkasnya. Wardoyo