JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Dampak Banjir, Bendungan Dungde Mojogedang Jebol dan Hanyut. 94 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Foto: Beni Indra


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Banjir yang terjadi akibat luapan aliran sungai dari Kecamatan Karangpandan, Karanganyar menyebabkan Bendungan Dungde di Desa Kaliboto, Kecamatan Mojogedang jebol dan hanyut terbawa air, Selasa (30/3/2021).

Padahal bendungan tersebut berfungsi untuk pengairan  sekitar 94 hektar sawah. Akibatnya, petani terancam gagal panen.

Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM menyebutkan, banjir yang terjadi Selasa (30/3/2021) menyebabkan aliran sungai mulai dari Desa Tohkuning, Karangpandan menurun hingga Kecamatan Mojogedang menyebabkan banyak kerusakan.

Sebelumnya, sekitar 10 rumah di Dusun Simpar, Desa Tohkuning terendam banjir selain itu masjid dan rumah di Desa Gondangmanis juga terendam banjir.

Selain itu, dua buah rumah di Desa Sewurejo tak luput tergenang banjir.

Tak hanya itu, banjir juga merusak infrastruktur Bendungan Dungde di Desa Kaliboto, Mojogedang yang ambrol hanyut terseret air.

Bahkan banjir juga  menerjang hingga kawasan Jambangan dan merendam sawah yang sedang ditanami padi dan bawang merah.

Kini yang menjadi masalah serius adalah hancurnya Bendungan Dungde, karena fungsinya vital sebagai pusat pengairan untuk mengairi sawah di Desa Kaliboto, Desa Gebyog hingga sawah di Kecamatan Kebakkramat bagian timur.

Tentu Saja butuh penanganan serius dari dinas terkait agar kebutuhan air untuk sawah tetap terjaga.

Baca Juga :  Soal Kasus Amplop Bansos, Sikap DPRD Karanganyar Terbelah. Rapat Komisi B Gagal Karena Hanya Dihadiri 4 Orang

Ketua DPC  Himpunan Kelompok Tani Indonesia HKTI Kabupaten Karanganyar Anung Marwoko yang juga warga Desa Kaliboto, Mojogedang mengatakan selaku warga dirinya sudah melakukan pengecekan langsung ambrolnya Bendungan Dungde diterjang banjir.

Untuk itu Anung meminta dinas terkait segera melakukan tindakan karena bendungan itu jantung sumber air sekitar 94 sawah disekitar bendungan.

“Benar Bendungan Dungde ambrol hanyut disapu banjir. Kini ancamannya adalah sawah petani terancam gagal panen sebab bendungan itu sebagai sumber pengairan utama,” tandasnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (30/3/2021).

Untuk itu Anung meminta kepada dinas terkait baik DPU dan Dinas Pertanian untuk segera melakukan tindakan  karena sekitar 80 hati lagi sawah yang teraliri air dari bendungan itu memasuki musim panen.

Saat ini posisi sawah, lanjut Anung sedang tahap cocok tanam musim kedua.

“Ya sekarang pas banjir, tapi nanti musim kemarau sawah disini mengandalkan air dari Bendungan Dungde,lalu kalau bendungan ambrol kan fungsi irigasi terganggu,” ungkapnya.

Selain itu, Anung Marwoko yang juga Wakil Ketua DPRD Karanganyar melakukan pengecekan sawah yang terendam banjir di kawasan Jambangan yang mana membutuhkan sentuhan dari Dinas Pertanian agar petani tidak merugi sebab selain padi juga banyak yang ditanami brambang.

Baca Juga :  Pengumuman, 2.523 Ibu Hamil di Karanganyar Siap-Siap Disuntik Vaksin. Tapi Vaksinnya Dipastikan Bukan Sinovac Lho!

Tanaman brambang sangat rentan dengan over air apalagi terendam banjir.

“Ya mestinya Dinas Pertanian chek langsung dan memberikan bantuan pada petani di Jambangan, Mojogedang,” lanjutnya.

Sebagai informasi hujan yang terjadi Selasa (30/3/2021) menyebabkan banjir karena sungai dari Kecamatan Karangpandan tak muat menampung air sehingga air membludag menggenangi rumah warga dan menyebabkan Bendungan Dungde ambrol. Beni Indra