JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pelantikan Bupati-Wabup Sragen Mundur, Begini Reaksi Bupati Yuni!

Pasangan Yuni-Suroto didampingi Ketua Tim Pemenangan dan suami Cabup Yuni, ditemui usai perhitungan suara, Rabu (9/12/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bupati Sragen sekaligus Cabup terpilih hasil Pilkada 2020, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku masih menunggu kepastian kabar soal pelantikannya.

Hal itu menyusul kans pelantikan yang diperkirakan mundur dari jadwal semula. Yuni yang terpilih dengan pasangan baru, Suroto, sedianya dilantik 5 Mei 2021 karena akhir masa jabatannya bersama Dedy Endriyatno.

Namun karena ada beberapa daerah yang AMJ-nya habis akhir Juni, kemungkinan pelantikan harus menunggu daerah terakhir itu.

“Belum ada kabar itu, sepertinya begitu (mundur). Tapi kepastiannya kita nunggu kabar,” paparnya kepada wartawan di Pendapa Rumdin Bupati, kemarin.

Yuni menyampaikan ada beberapa daerah yang kepala daerahnya juga belum dilantik. Seperti Grobogan AMJ bupatinya sudah selesai tanggal 21 Maret.

Untuk pelantikan kepala daerah terpilih tahap kedua Jateng, masih ada Kabupaten Grobogan, Demak, Sragen dan Pekalongan.

“Juni, paling akhir Pekalongan. Kalau gak salah sampai akhir Juli tapi belum ada kabar dari Gubernur,” tuturnya.

Soal kemungkinan mundur dan dijabat PLt sementara, Yuni mengaku juga masih menunggu kepastian. Namun biasanya mekanisme PLt dijabat oleh Sekda seperti di banyak daerah kain.

“Daerah lain juga Sekda semua. Itu provinsi yang menentukan, bukan kami,” katanya.

Baca Juga :  Subhanallah, Arwah Ibu Buruh Ngasak Korban Tewas Kecelakaan Bus Haryanto Asal Sragen Sempat 2 Kali Datangi Putrinya Dalam Mimpi. Ngotot Bilang Belum Meninggal, Pesannya Nyesek Banget!

Ketua DPRD Sragen, Suparno sebelumnya menyampaikan pelantikan Bupati-Wabup Sragen terpilih masih menunggu AMJ Kepala Daerah di Jateng yang paling akhir.

Ia menyampaikan sesuai AMJ, kepemimpinan Yuni-Dedy memang berakhir pada 4 Mei mendatang. Namun untuk pelantikan Bupati-Wakil Bupati terpilih Yuni- Suroto diperkirakan tidak bisa dilaksanakan setelah AMJ.

Hal itu karena pelantikan digelar serentak bersama dengan pasangan daerah lain di Jateng yang AMJ-nya hampir bersamaan.

“Untuk pelantikan kepala daerah hasil pilkada serentak di Jateng kan dilaksanakan dua sesi. Sesi pertama telah berlangsung pada Februari lalu ada 17 daerah. Sementara yang 4 daerah Grobogan, Demak, Sragen dan Kabupaten Pekalongan sesi kedua,” paparnya kepada wartawan di Pendapa Rumdin Bupati, Rabu (24/3/2021).

Suparno menguraikan untuk jadwal pelantikan yang menentukan adalah Kementerian Dalam Negeri melalui Gubernur Jawa Tengah.

Untuk pelantikan kloter kedua, termasuk Sragen, nantinya memang menunggu AMJ yang paling terakhir. Diperkirakan daerah dengan AMJ terakhir akan habis di akhir Mei.

Sehingga dimungkinkan pelantikan baru akan akhir Mei atau awal Juni. Namun semua itu masih harus menunggu keputusan resmi dari Kemendagri.

Baca Juga :  Menguak Horor di Balik Megahnya Rumah Dinas Wakil Bupati Sragen. Dari Suara Ngakak-Ngakak Keras Tengah Malam Hingga Penampakan Sesajen Lengkap dengan Rajah Arab dan Duri (Bagian 1)

“Mungkin pelantikan bupati bisa akhir Mei atau pertengahan bulan Juni. Kita menunggu. Kalau nggak salah yabg paling akhir, Pekalongan akhir Juni, kita harus menunggu itu,” urainya.

Lebih lanjut, Suparno menguraikan harusnya setelah AMJ Bupati-Wakil Bupati terpilih bisa dilantik langsung. Pihaknya berharap tidak ada PLt agar jalannya pemerintahan tidak terganggu mengingat PLt kewenangannya terbatas.

“Harapan saya tidak ada PLt itu teknisnya biar tidak terganggu. PLt ya gak terganggu sih tapi lebih afdal. Tidak ada masa krusial kita garap LKPJ kita bentuk pansusnya,” terangnya.

Meski demikian, jika memang baru bisa dilantik akhir Mei atau awal Juni, maka nantinya akan ada jeda satu bulan. Selama satu bulan jeda itu diperkirakan akan dijabat oleh pelaksana tugas (PLt).

“Untuk PLt yang menentukan dan menunjuk nanti langsung dari Gubernur,” tandasnya.

Untuk diketahui, pada Desember 2020 lalu ada 21 daerah di Jawa Tengah yang menggelar Pilkada Serentak 2020.

Sebanyak 4 daerah, kepala daerah terpilih belum dilantik karena masa jabatan sebelumnya belum rampung. Meliputi Kabupaten Grobogan, Demak, Sragen dan Kabupaten Pekalongan dilantik pada gelombang kedua. Wardoyo