JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Awas, 333 Titik di Jalur Mudik Via Darat Bakal Disekat Mulai 6 Mei. Truk Penumpang dan Mobil Pribadi Bakal Ditindak Tegas, Simak Informasi Lengkapnya!

Tim gabungan Polres Sragen saat memeriksa bus pemudik yang terpantau di exit Tol Pungkruk, Sidoharjo, Sragen. Foto/Wardoyo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah mulai menyiapkan skema pengetatan dan pengamanan jalur untuk mengawal program larangan mudik Lebaran tahun ini.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan 333 titik di jalur darat akan disekat selama aturan larangan mudik Lebaran berlaku. Penyekatan dilakukan untuk mengantisipasi aliran pemudik yang nekat mudik pada 6 hingga 17 Mei 2021.

“Check point di 333 titik akan disiapkan oleh Polri,” ujar Budi Setiyadi saat dihubungi pada Kamis, 8 April 2021.

Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan kepolisian bakal menjaring angkutan mobil pribadi dan truk pelat hitam yang mengangkut pemudik gelap selama larangan mudik berlaku.

Baca Juga :  Hasil Sidang Isbat, 1 Ramadan 1442 Hijriah Jatuh pada Selasa 13 April 2021

Pengecekan terhadap angkutan gelap dilakukan di titik-titik penyekatan yang telah ditentukan. Budi Setiyadi belum mendetailkan titik-titik penyekatan tersebut.

Adapun Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya meminta masyarakat yang berencana mudik menggunakan transportasi pribadi melewati jalan tol untuk mengurungkan niatnya.

“Kami melihat kemungkinan adanya penggunaan kendaraan pribadi dan mobil truk pelat hitam, kami akan melakukan tindakan tegas,” ujar Budi Karya.

Budi Karya memastikan keputusan pemerintah melarang mudik telah final. Menurut dia, ada beberapa pertimbangan yang membuat pemerintah menetapkan kebijakan tersebut.

Pertama, terjadi kenaikan angka kematian tenaga medis mencapai lebih dari seratus orang setelah libur Natal 2020 dan tahun baru Januari 2021. Kedua, libur panjang juga mendorong kenaikan angka penyebaran Covid-19 secara signifikan hingga Februari lalu.

Baca Juga :  Muhammadiyah Terbitkan Surat Edaran Ibadah Ramadan 1442 Hijriah, Pasien Positif Covid-19 dan Tenaga Kesehatan Tidak Diwajibkan Puasa

Selanjutnya ketiga, pemerintah mencatat masih terjadi peningkatan kasus Covid-19 dari tanggal ke tanggal. Kemudian keempat, Kementerian Kesehatan melihat adanya risiko yang besar bagi kelompok lanjut usia untuk terpapar virus corona.

“Kelima, negara-negara yang maju pun sedang mengalami kenaikan kasus yang signifikan seperti India dan USA, serta beberapa negara di Eropa,” kata Budi Karya.

Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan aturan untuk membatasi pergerakan transportasi. Kementerian Perhubungan, kata Budi Karya, masih menunggu Satgas Covid-19 menerbitkan surat edaran terkait larangan mudik 2021.

www.tempo.co