JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bikin Merinding, Misteri Cerita Terakhir Awak Kru KRI Nanggala-402 Gambarkan Soal Kondisi Kapal!

Ilustrasi kapal selam pecah. Foto/Istimewa


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Misteri hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 di perairan utara Bali, akhirnya menemui titik terang.

Setelah dicari selama lima hari, kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Utara Bali, akhirnya ditemukan, Minggu (25/4/2021).

Saat ditemukan, kondisi kapal terbelah menjadi tiga bagian dan berada pada kedalaman 838 meter di bawah permukaan laut.

Bersamaan dengan kabar itu, cerita soal KRI Nanggala-402 pun mencuat. Salah satunya dari cerita salah satu kru asal Sragen, Sertu Bambang Priyanto (40).

Sebelum berlayar, prajurit kelahiran Dukuh Ngadirejo RT 30/13, Desa Kroyo, Karangmalang, Sragen itu sempat menyatakan pesimismenya bisa kembali berlayar.

Kepada kakaknya, Sertu Bambang sempat melontarkan pesimismenya sembari menggambarkan kondisi kapal itu.

“Terakhir ke sini pas peringatan 100 harinya mboke (almarhum ibu). Dia sempat bilang ke suami saya, aku wis gak layar yake mas, kapalku wis tuwo. (Mungkin aku sudah nggak berlayar lagi Mas. Kapalku sudah tua). Setelah itu dia berangkat pulang ke Surabaya,” papar kakak kandung Sertu Bambang, Sri Rahayu (44) kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (23/4/2021).

Kakak kandung Sertu Bambang, Sri Rahayu (45) menguraikan kali terakhir bertemu adiknya itu pada 20 Maret 2021 lalu di kediaman orangtua yang tinggal di sebelah rumahnya.

Saat itu, Bambang pulang untuk menghadiri peringatan 100 hari meninggalnya almarhumah ibunya, Sujiyem.

Sebelum pamit pulang ke Surabaya, kala itu Bambang memang sempat melontarkan kalimat kemungkinan sudah tidak akan berlayar lagi karena kondisi kapalnya sudah tua.

Sri Rahayu saat menunjukkan foto adiknya, Sertu Bambang Priyanto. Foto/Wardoyo

Setelah itu, Sri kemudian kontak lagi memastikan bahwa adiknya sudah sampai di kediaman Surabaya. Sampai kemudian datang kabar bahwa KRI Nanggala-402 hilang kontak pada Rabu (21/4/2021).

Baca Juga :  Jadi Sorotan Nasional, Cerita Kades Jenar Sragen Sejajar dengan Artis Dangdut Zaskia Gotik

Dari informasi istri Bambang, Bambang memang ikut berlayar di KRI Nanggala dan berangkat Senin (19/4/2021) habis sahur.

Sri menuturkan kali pertama mendengar kabar hilangnya KRI Nanggala dari berita di televisi.

Setelah itu, ia berinisiatif mengkroscek ke istri Bambang, Heppy Liswiyani yang saat ini berdomisili di Perumahan Surabaya. Dari keterangan sang istri, membenarkan bahwa Bambang memang berada di kapal itu.

“Begitu saya lihat berita TV, saya langsung telepon kantor istrinya. Dia bilang benar, Bambang ikut kapal itu, berangkat Senin kemarin habis sahur. Dia njawab telepon sambil nangis, saya juga nangis,” urainya.

Sementara, dicari selama lima hari, kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Utara Bali, akhirnya ditemukan, Minggu (25/4/2021).

Saat ditemukan, kondisi kapal terbelah menjadi tiga bagian dan berada pada kedalaman 838 meter di bawah permukaan laut.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono.

“Ini terdapat bagian dari KRI (Nanggala). Di sana KRI terbelah menjadi tiga bagian,” kata Yudo dalam konferensi pers daring, Minggu (25/4/2021).

Kenangan foto Sertu Bambang Priyanto semasa pendidikan. Foto/Wardoyo

Penemuan itu bermula dari KRI Rigel yang menggunakan multibeam echo sounder di sekitar lokasi pencarian pada kedalaman 800 meter.

Dengan teknologi itu mereka menemukan kontak bawah air. Remote operated vehicle (ROV) milik KRI Rigel, hanya mampu menjangkau hingga ke dalaman 800 meter.

Yudo mengatakan tugas pencarian pun kemudian diserahkan pada MV Swift Rescue yang merupakan kapal bantuan dari Singapura.

Baca Juga :  Kisah Pilu Perjuangan Ibu Muda asal Sragen Bertaruh Nyawa Jalani Persalinan Dalam Kondisi Positif Covid-19. Bayinya Selamat, Sang Ibu Meninggal Tanpa Sempat Melihat Sang Buah Hati

Pukul 07.37 WITA Swift Rescue menurunkan ROV mereka dan menindaklanjuti kontak bawah air laut yang tadi diberikan oleh KRI Rigel.

“Pada 09.00 WITA, ROV mendapatkan kontak visual pada posisi 07 derajat 46′ 56″ Selatan, dan 114 derajat 51′ 20″ Timur, yang tempatnya dari datum satu tadi, tempat jatuhnya KRI Nanggala berjarak kurang lebih 1500 yard di selatan, pada kedalaman 838 meter,” kata Yudo.

Dari sekitar lokasi ditemukan sejumlah barang yang diduga merupakan bagian dari kapal selam Nanggala, seperti kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tengah, kemudi selang timbul, bagian kapal yang lain termasuk baju keselamatan awak kapal MK11.

“Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala-402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur,” ujar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (Wardoyo/Tempo.co)