JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Dua Siswa Terpapar Covid-19, Sekolah Tatap Muka di Dua SD Distop Dulu

Kepala Disdikbud Boyolali, Darmanto, Foto:Waskita

 

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di dua Sekolah Dasar (SD) terpaksa dihentikan sementara. Pasalnya, ada siswa dari SD tersebut terpapar Covid-19.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Darmanto, kedua SD tersebut berada di Desa Sukorejo, Kecamatan Musuk dan Desa Sumberagung, Kecamatan Klego. “Ya, untuk sementara, PTM di dua SD itu dihentikan dulu,” katanya.

Berdasarkan hasil penelusuran, terpaparnya siswa di dua SD tersebut tidak terjadi di sekolah saat mengikuti PTM. Namun mereka terpapar dari anggota keluarga yang lain atau klaster keluarga.

Baca Juga :  Update Terkini, 2 Korban Tragedi Perahu Terbalik di WKO Kembali Ditemukan Beruntun Pukul 18.36 WIB. Semua Perempuan Dewasa, Total Sudah 5 Korban Ditemukan

Untuk itulah, pihaknya senantiasa menekankan semua sekolah untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Selain itu, sekolah juga memberikan sosialisasi kepada para siswa tentang prokes. “Sehingga diharapkan, siswa bisa menularkan pengetahuan yang diterimanya di sekolah kepada orang tua dan saudaranya.”

Demikian pula saat menerima materi pelajaran, tetap diatur dengan menggunakan jarak. Siswa dan guru juga mengenakan masker selama pembelajaran berlangsung. Bahkan, sebelum masuk kelas, setiap siswa dan guru dicek suhu tubuh dengan menggunakan thermogun.

Baca Juga :  Mengerikan, Suara Jeritan Bersahutan Terekam Video Saat Perahu Wisatawan Tenggelam di WKO Kemusu Boyolali. Ada 20 Penumpang Tumpah ke Perairan, 5 Masih Dalam Pencarian

Disinggung tentang vaksinasi para guru, pihaknya memastikan semua guru SD sudah menerima vaksinasi dosis satu dan dosis dua. Sehingga para guru sudah bisa menggelar PTM di sekolah masing- masing.

Sedangkan untuk guru SMP, sudah dilakukan vaksinasi untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua, dijadwalkan akan dilakukan pada tanggal 27 April mendatang. Sama seperti sebelumnya, vaksinasi dosis kedua juga digelar di Puskesmas terdekat.

“Sehingga tidak merepotkan para guru yang akan menjalani vaksinasi karena Puskesmas bisa mudah dijangkau dari sekolah tempat mengajar.” (Waskita)