JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Fatwa MUI Tak Batal, Penyuntikan Vaksin Covid-19 Selama Bulan Puasa Jalan Terus. DKK Sragen Programkan Penyuntikan Dimulai Lebih Pagi, Simak Jadwalnya Berikut!

Petugas memberikan pengarahan untuk lansia sebelum menjalani vaksinasi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kabupaten Sragen memastikan program penyuntikan vaksinasi selama bulan puasa tetap berjalan normal.

Hal itu menyusul fatwa majelis ulama Indonesia (MUI) yang memastikan penyuntikan vaksin di siang hari tidak membatalkan ibadah puasa.

Bahkan, selama puasa, jadwal vaksinasi direncanakan dimulai lebih awal agar bisa selesai lebih cepat pula. Kepala DKK Sragen, Hargiyanto mengatakan vaksinasi selama bulan puasa tetap digelar siang hari.

Pasalnya vaksinasi tidak memungkinkan dilakukan malam yang biasanya menjadi waktu ibadah tarawih. Kemudian dari sisi petugas juga tidak membungkukkan harus kerja lembur lantaran mereka siangnya juga masuk seperti biasa.

Baca Juga :  Pilu, Beredar Video Kades Sambirejo Sragen Nangis Sesenggukan Usai Positif Tertular Covid-19. Sebut Sakitnya Luar Biasa, Pesannya Jangan Sepelekan Covid-19!

“Selama puasa, vaksin tetap jalan biasa. Karena sudah ada fatwa MUI kalau vaksin di siang hari tidak membatalkan. Dosisnya tetap dua. Karena malam kasihan nakes kalau harus lembur,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (11/4/2021).

Terlebih selama ini tenaga vaksinasi juga terbatas. Menurutnya selama puasa, rencananya pelaksanaan vaksinasi akan dimulai lebih awal mulai pukul 08.00 WIB atau lebih maju lagi.

Hal itu didasarkan pertimbangan kondisi nakes dan warga agar saat divaksin masih dalam kondisi tak terlalu lemas.

“Kalau kesiangan, takutnya nanti pas lapar atau pas lemes-lemesnya. Makanya lebih baik kita majukan agak pagi. Nanti durasi 3 sampai 3,5 jam, targetnya jam 11.00 WIB sudah bisa selesai,” terangnya.

Baca Juga :  5 Warga Sragen Kembali Meninggal dan 17 Positif Terpapar. Total Sudah 457 Warga Meninggal Dunia

Hargiyanto menguraikan saat ini fokus vaksinasi sudah menyentuh lansia 60 persen dan 40 persen pelayan publik.

Ia menyampaikan vaksinasi tetap dilakukan di tempat yang sudah ditentukan. Vaksinasi dilakukan di 11 rumah sakit, 25 Puskesmas dan 10 klinik cadangan.

“Kalau di Pemda tiap hari. Kemarin sudah lakukan di pasar kota dan pasar Bunder,” tukasnya.

Sementara, untuk tenaga pendidik saat ini baru 25 persen. Menurutnya sebenarnya animo masyarakat tinggi untuk divaksin, lagi diprioritaskan. Wardoyo