JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Halo Perantau, Mau Mudik Aman dan Lancar Tanpa Kena Penyekatan Polisi. Simak Trik dan Tips dari Paguyuban Berikut Ini!

Ilustrasi warga asal Sragen yang merantau di Medan. Foto/Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bagi pemudik yang ingin pulang kampung halaman tak perlu risau dengan larangan mudik yang akan diterapkan mulai 6 Mei mendatang.

Pasalnya masih ada trik dan seribu jalan untuk bisa pulang kampung dengan aman tanpa terkena penyekatan. Setidaknya hal itu sudah disiapkan oleh Paguyuban Warga Karanganyar Rantau (Pagaranyar).

Paguyuban yang membawahi puluhan ribu perantau asal Karanganyar itu saling berbagi tips aman menghindari penyekatan dan pulang kampung halaman dalam keadaan sehat.

Koordinator Pagaranyar, Sukirdi Suryo mengatakan agar tetap bisa mudik, tips pertama paling aman pulang kampung sebelum 5 Mei.

Kedua, lakukan isolasi mandiri lima hari usai tiba. Sukirdi mengatakan, para perantau asal Karanganyar dari Jabodetabek tak lagi difasilitasi armada mudik gratis dari pemerintah daerah.

Sehingga perlu merencanakan matang perjalanan mudiknya secara mandiri.

“Rencanakan matang. Kalau naik angkutan umum, pastikan sudah memesan jauh hari. Hati-hati jangan termakan promosi di medsos tentang armada travel yang bisa mengantar anda ke tujuan sewaktu-waktu. Bisa jadi malah tidak nyaman dan banyak rintangan di jalan,” katanya kepada Gatra.com, Minggu (18/2021).

Baca Juga :  Tim Sidak Karanganyar Dibikin Terkaget-Kaget, Ada Penyedap Rasa Kedaluwarsa 2017 Masih Dijual Bebas. Ada Obat Daftar G dan Keras Juga Dijual di Kios Sayuran

Sukirdi Suryo mengatakan jumlah perantau asal Karanganyar mencapai 35 ribu orang. Mudik pada tahun ini kemungkinan tak semuanya pulang kampung. Sebagian sudah menetap di perantauan.

Namun tak sedikit akan menempuh perjalanan berisiko. Seperti diketahui, pemerintah melarang mudik. Penyekatan berlaku mulai 6-17 Mei 2021.

Ia menyampaikan di osial media antarkelompok, lanjut Sukirdi, para perantau juga berbagi tips mudik.

Mereka disarankan menghindari pulang kampung pada 6-17 Mei. Daripada berurusan dengan aparat, mereka lebih baik pulang mudik maksimal tanggal 5 Mei. Sedangkan pemudik dengan menaiki kendaraan pribadi wajib tahu wilayah penyekatan rute ke kampung halaman.

Baca Juga :  Akal-akalan Pemudik, Truk Ditutup Terpal Saat Dibuka Badalah Ternyata Isinya Belasan Orang Ngringkuk di Dalam. Berjubel dengan Anjing, Burung dan Motor, Truk Terpaksa Ditahan 14 Hari

“Bagi yang bawa mobil pribadi juga harus berhati hati. Jangan nekat pulang di mana larangan mudik benar-benar diterapkan oleh pihak kepolisian dengan adanya sekatan-sekatan di jalan yg menghalau para pemudik yang nekat. Jangan ambil risiko lebih baik persiapkan lebaran nyaman dan aman meskipun di perantauan,” jelasnya.

Ia berpesan supaya satgas jogo tonggo mengamati siapa saja pemudik yang pulang ke kampung halaman. Para pemudik juga harus kooperatif dengan satgas Covid-19 di desa.

“Harus siap dengan isolasi mandiri,” katanya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Purwati mengaku belum berkoordinasi terkait penanganan pemudik. Namun ia menyarankan bagi perantau yang berhasil pulang ke kampung halaman supaya isolasi mandiri lima hari.

“Sesuai instruksi Kemenkes, pulang dari bepergian jauh disarankan lima hari karantina di rumah. Lihat kondisi apakah muncul gejala,” katanya. Wardoyo