JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Innalillahi, 5 Warga Sumberlawang Sragen Tewas Dipatok Ular Berbisa Jenis Bandot Derik dan Ular Hijau. Warga Sampai Trauma

Ilustrasi ular berbisa ekor merah. Foto/Exalos
PPDB
PPDB
PPDB

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak lima warga di Desa Ngartotirto, Kecamatan Sumberlawang, Sragen dilaporkan tewas dipatok ular berbisa.

Ironisnya, mereka meninggal justru setelah dibawa dan dirawat ke rumah sakit. Lima warga itu meregang nyawa dalam beberapa tahun terakhir.

Kasus terakhir menimpa petani bernama Marmin (60) asal Dukuh Ngroto, Desa Ngargosari, Sumberlawang, Sragen pekan lalu.

Kades Ngargosari, Sumberlawang, Sriyono mengatakan Marmin memang bukan korban tewas pertama akibat gigitan ular berbisa di desanya.

Dari catatan warga, total sudah ada lima warga yang mengalami nasib serupa dalam beberapa tahun terakhir.

Empat korban sebelumnya diketahui bernama Mbah Kemis, Suwito, Wiro Sono dan Mbah Gimo. Mereka rata-rata meninggal akibat gigitan ular jenis bandot derik ekor merah dan ular hijau ekor merah.

“Dari catatan warga, Mbah Marmin itu sudah yang kesekian. Sebelumnya ada beberapa warga yang juga sudah meninggal karena digigit ular. Rata-rata ular hijau dan ular bandot derik ekor merah,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (28/4/2021).

  1. Kades Sriyono. Foto/Wardoyo

Kades Sriyono menguraikan seperti Mbah Rono, meninggal beberapa tahun lalu akibat gigitan ular hijau. Sempat dibawa ke rumah sakit, nyawanya gagal tertolong.

Tragedi serupa juga menimpa Suwito, Mbah Wiro dan Mbah Gimo. Menurutnya seingat warga, hampir semua korban itu justru meninggalnya setelah dibawa ke rumah sakit.

Hal itulah yang kemudian menghadirkan rasa trauma pada warga. Sehingga kemudian ketakutan ketika digigit ular dan hendak dibawa ke rumah sakit.

“Kami nggak tahu penyebabnya. Yang jelas rata-rata mereka meninggal setelah dibawa dan dirawat di rumah sakit. Memang ada beberapa korban lain yang kemudian bisa tertolong dan pilih. Seperti Pak Wagiyo (58) warga Dukuh Jatirejo RT 19, Desa Ngargosari, Sumberlawang, yang sempat dipatok ular bandot beberapa waktu lalu,” terang Sriyono.

Lebih lanjut, Kades menyampaikan beberapa kasus gigitan ular di desanya memang ada yang bisa sembuh. Seperti yang menimpa Pak Tris dan masih bisa tertolong.

“Yang sering mematikan itu ular bandot derik yang ekornya merah sama ular hijau ekor merah. Itu kalau nggigit kebanyakan fatal. Seperti Mbah Rono itu dulu juga meninggal setelah digigit ular hijau ekor merah,” timpal salah satu tokoh Ngargosari, Haryanto Maryono (53).

Kades Sriyono menambahkan kasus gigitan ular berbisa di desanya tergolong cukup banyak. Kondisi wilayah yang banyak hutan dan semak ditengarai menjadi habitat nyaman bagi kehidupan berbagai jenis ular.

Apalagi jika usai turun hujan atau gerimis, banyak ular bermunculan bahkan kadang ditemukan menelusur ke jalan.

“Kadang ular piton, kadang juga ular berbisa. Memang kondisinya sini banyak hutan dan semak-semak sehingga banyak ularnya,” tukasnya. Wardoyo