JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Keren, Anggota DPRD Sragen Ini Berbagi Kiat Jadi Jutawan Lewat Budidaya Melon Organik di Green House. Hanya Modal Lahan 3.500 M2, Dipanen Jelang Lebaran, Untung Rp 60 Juta di Depan Mata!

Anggota DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto menunjukkan buah melon yang ditanam melalui metode organik di green house miliknya di Gondang, Rabu (28/4/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kemajuan teknologi di bidang pertanian mulai merambah pertanian di Sragen. Salah satunya penerapan budidaya dengan konsep green house untuk tanaman hortikultura.

Konsep pertanian dengan rumah kaca atau di dalam bangunan tertutup transparan itu kini mulai banyak diterapkan di Kecamatan Gondang.

Seperti yang dilakukan anggota DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto. Legislator yang getol dengan dunia pertanian ini kini mereguk sukses usai menerapkan budidaya melon organik di lahan green house miliknya.

Pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM , di lahan green house seluas 3.500 M2 miliknya, kini ditanami sekitar 9.000 bibit melon berumur 55 hari.

Baca Juga :  Tolak Penghapusan Honorer, Anggota DPRD Sragen Ini Minta Menpan-RB Segera Cabut Surat Edaran. "Tidak Perlu Malu!"

Tak hanya tumbuh subur, buah melon di green house itu juga terlihat berukuran di atas rata-rata melon pada umumnya.

Meski sudah mendekati masa panen, daunnya juga terlihat masih hijau. Menurut Bambang, hal itu tak lepas dari pola pertanian organik tanpa menggunakan bahan kimia yang ia terapkan.

“Prinsipnya sama dengan kita tanam di lahan terbuka. Cuma di green house ini, biayanya lebih ngirit tapi kualitas buahnya lebih bagus karena terbebas dari hama dan tidak terpengaruh cuaca,” paparnya Rabu (28/4/2021).

Baca Juga :  SMPN 3 Sragen Perpanjang Rekor Buruk, Jadi Satu-Satunya SMPN di Kota yang Gagal Penuhi Kuota Siswa Baru. Ada Apa Gerangan?

Legislator asal Gondang itu menjelaskan dengan konsep green house, tanaman tidak perlu lagi disemprot pakai pestisida kimia.

Kemudian pupuk kimia juga tidak lagi dibutuhkan karena di awal pengolahan lahan sudah ditaburi pupuk organik.

Hal itu secara otomatis menekan biaya produksi tanpa mengurangi kesuburan dan kualitas buah.

“Seperti dibiarkan tumbuh alami. Dan hasilnya ternyata malah bagus. Kalau di tanam di luar, harus pakai pestisida kalau tidak pasti buah rusak atau kualitasnya kurang,” terangnya.

Suburnya tanaman melon di green house milik Bambang Widjo Purwanto. Foto/Wardoyo
Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua