JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kisah Pilu Mbah Kemis asal Sragen Tewas di Hari Rabu. Ditemukan Tergeletak di Pematang, Matanya Berdarah Kena Keong Sawah

Tim medis dan Inafis Polres Sragen saat melakukan identifikasi korban. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Nasib tragis menimpa seorang kakek petani asal Sukodono, Sragen. Kakek bernama Kemis (72) warga Dukuh Karangpelem, Desa Karang Anom, Sukodono, Sragen itu ditemukan tewas tergeletak di pematang sawah setempat.

Ironisnya, Kakek malang itu meninggal di hari Rabu (14/4/2021) petang. Saat ditemukan tubuhnya sudah kaku tak bernyawa dengan wajah terperosok ke sawah.

Bahkan, mata kanannya terluka akibat terkena keong sawah. Insiden penemuan mayat Mbah Kemis, diketahui pukul l 17.45 WIB.

Data yang dihimpun di lapangan, penemuan mayat Mbah Kemis bermula ketika pukul 15.00 WIB, korban pamit kepada istrinya, By Surut akan ke sawah miliknya untuk sulam tandur.

Baca Juga :  Dibuka Mulai Hari Ini, Pasar Sore Ramadhan Desa Ngrombo Plupuh Tawarkan Aneka Jajanan dan Produk Olahan Puluhan UMKM. Diprakarsai Karang Taruna, Diapresiasi hingga Anggota DPR RI

Sampai menjelang buka puasa, ternyata korban tidak pulang ke rumah. Karena curiga, istri korban meminta tolong kepada Jurianto dan Wasono untuk mencari korban di sawah.

Alangkah terkejutnya ketika mereka menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia di persawahan.

Saat ditemukan, korban dalam posisi tengkurap kaki di atas pematang sedangkan muka dan tubuh korban di sawah.

“Selanjutnya saksi memberitahukan kepada warga sekitar yang selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukodono. Kemudian polsek sukodono, team Inafis Polres Sragen dan tim dokter Puskesmas Sukodono melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap tubuh korban,” papar Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi melalui Kasubag Humas AKP Suwarso, Senin (19/4/2021).

Baca Juga :  Mungkin Terlalu Lelah, Tukang Becak Mbah Sardiman Mendadak Tergeletak Tak Bernyawa. Warga Sempat Geger

Dari pemeriksaan korban, ditemukan luka pada mata sebelah kanan keluar darah akibat kena keong sawah.

Namun ia memastikan tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Diduga korban meninggal mendadak akibat penyakit.

“Karena keluarga sudah menerima sebagai musibah, jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” tandas AKP Suwarso. Wardoyo