JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Masjid-Masjid Mayoritas Penuh Jemaah, Bupati Karanganyar Sebut Paling Hanya Bertahan Sampai Pertengahan Ramadhan. Minta Bacaan Surat Diminta yang Pendek-Pendek Saja

Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hampir semua masjid Kabupaten Karanganyar dilaporkan penuh jamaah salat tarawih.

Bupati Juliyatmono pun mengingatkan agar masyarakat dan jemaah menaati protokol kesehatan dengan menjaga jarak serta mengenakan masker.

Meski aturan kapasitas maksimal 50 persen seolah diabaikan, Bupati mengaku sama sekali tidak khawatir itu bakal memicu kenaikan kasus Covid-19. Ia memprediksi kondisi tersebut tak berlangsung lama.

“Kita tetap terus imbau jaraknya (saf) dijaga. Di masjid, kapasitas maksimal 50 persen. Tapi tunggu saja nanti, pasti kapasitas maksimal itu terpenuhi (jemaah berkurang),” katanya kepada wartawan di Karanganyar, Jumat (16/4/2021).

Baca Juga :  Ini Daftar Para Korban Keracunan Takjil di Karangpandan, Karanganyar

Bupati menyampaikan pihaknya mengapresiasi niat baik seluruh umat Islam yang ingin menunaikan salat tarawih berjamaah di masjid.

Namun hendaknya semua tetap mengindahkan protokol kesehatan di masa pandemi ini.

Ia menyebut fenomena jemaah penuh di masjid itu, biasanya memang lazim terjadi di awal ramadhan. Tapi trennya kondisi jemaah biasanya akan menurun memasuki pertengahan Ramadhan.

Sebab sebagian banyak beralih ke kegiatan sosial seperti berbuka puasa bersama di luar rumah dan ke pusat-pusat perbelanjaan.

Yuli kembali menegaskan kepada semua pengelola masjid untuk menaati panduan pelaksanaan ibadah sudah disampaikannya ke tempat ibadah. Yakni intinya mengurangi durasi berkerumun dan membatasi jumlah jemaah.

Baca Juga :  PMI Karanganyar Kebanjiran Permintaan Darah Orang Penyintas Covid-19. Tapi Tak Bisa Melayani Meski Stok Darah Aman, Ini Masalahnya!

“Sebagai contoh, salat tarawih ditunaikan tanpa didahului kultum atau mengurangi durasi kultum setelah salat isya. Kemudian imam membaca surat-surat pendek. Sebaiknya salat malam dikerjakan di rumah. Itu lebih kusyuk,” katanya.

Sementara itu dalam kegiatan tarwih keliling yang dipimpinnya, ia juga sudah mengawali dengan sengaja mengurangi jumlah rombongan. Sambil mengisi kegiatan itu, ia melihat pelaksanaan prokes di masjid.

“Yang saya datangi tertib. Semua pakai masker dan salatnya berjarak. Semoga tanpa saya pun, hal itu tetap berlanjut,” katanya. Wardoyo