JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Memilukan, Jenazah Sartikawati Korban Pembunuhan Karena Menolak Ajakan Hubungan Intim Dimakamkan Dengan Iringan Tangisan. Ibunya yang Mengalami Kebutaan Sempat Histeris

Jenazah Sartikawati sesaat usai dibawa ambulans untuk dimakamkan. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jenazah Sartikawati (21) wanita muda yang tewas dibunuh oleh teman prianya di Waduk Kembangan, Mojorejo, Karangmalang Minggu (11/4/2021) dinihari dimakamkan Senin (12/4/2021) malam.

Pemakaman wanita asal Dukuh Krandegan, RT 30/14, Desa Mojorejo, Karangmalang, Sragen itu diiringi tangisan dan air mata.

Sartikawati dibunuh lantaran menolak ajakan berhubungan intim teman prianya, Edi Santoso alias Jeger (23).

Pemuda pengangguran asal Desa Wonokerso, Kedawung Sragen itu kemudian dibekuk kurang dari 12 jam sejak penemuan mayat Sartikawati.

Suasana duka mengiringi prosesi pemakaman wanita yang sudah punya satu anak itu.

Kades Mojorejo, Suharno mengatakan jenazah Sartikawati dimakamkan seusai magrib sekitar pukul 18.30 WIB. Jenazah dimakamkan di pemakaman dukuh Krandegan, Mojorejo, Karangmalang.

“Dimakamkan Senin (12/4/2021) petang habis magrib. Jadi jenazah dari rumah sakit Moewardi Solo sampai di rumah duka pas magrib. Disalahkan dan dimakamkan malam itu juga,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (14/4/2021).

Baca Juga :  Kronologi Detik-Detik Petani Ngrampal Sragen Tewas Kesetrum Jebakan Tikus di Hari Lebaran. Awalnya Pamit Nengok Sawah, Istrinya Langsung Histeris

Kades menguraikan sejak dari rumah sakit, jenazah sudah dilakukan pemulasaraan. Kemudian sampai rumah tinggal disalatkan.

Setelah disalatkan kemudian diberangkatkan menuju ke pemakaman. Kades Suharno menyebut ibu korban sempat menangis histeris melepas kepergian putrinya itu.

“Ibunya tangisan. Namanya juga anak Mas. Apalagi meninggalnya dengan cara tragis. Bapaknya juga sudah lama meninggalkan keluarga. Almarhumah selama ini tinggal sama ibu dan neneknya. Ibunya pun kondisinya juga penglihatannya mengalami kebutaan sejak kecil. Kasihan Mas,” tukasnya.

IMG 20210414 WA0027
Kades Mojorejo, Suharno saat memberikan dukungan moril kepada ibu almarhumah yang mengalami kebutaan sejak kecil, sesaat usai pemakaman. Foto/Wardoyo

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi saat konferensi pers di Mapolres Senin (12/4/2021) mengungkapkan tersangka diamankan saat berada di jalan Indomaret Kedawung Sragen.

“Tersangka kita amankan kurang dari 12 jam sejak mayat korban ditemukan. Tersangka berinisial ES asal Kedawung Sragen. Dia belum bekerja, usianya 23 tahun,” papar Kapolres.

Tersangka pagi ini dihadirkan di Mapolres Sragen dalam ungkap kasus oleh Polres. Kapolres menguraikan hubungan tersangka adalah teman korban.

Baca Juga :  Sukodono Geger, Dibakar Cemburu Buta, Seorang Pria Ngamuk Tebas Tetangga Sendiri Pakai Celurit. Pelaku Ancam Habisi Semua Keluarganya, Suasana Sempat Mencekam

Dari hasil penyelidikan, tersangka mengaku membunuh korban dengan cara mendorong tubuhnya ke dalam waduk. Akibat dorongan itu, tubuh korban kemudian terjatuh ke waduk dan kepalanya membentur batu.

Dorongan itu muncul setelah pelaku kalap karena permintaannya untuk bersetubuh ditolak oleh korban.

Sebelumnya, mereka sempat pesta miras jenis ciu bersama enam teman tersangka di dekat waduk. Setelah teler, tersangka mengajak korban memisahkan diri mencari lokasi agak jauh dari teman-temannya.

Di lokasi tersebut, tersangka sempat meminta jatah dan mengajak korban melakukan hubungan badan.

“Sabtu malam (10/4/2021), tersangka mengajak korban keluar di waduk. Kemudian bersama 6 orang lebih, mereka melakukan kegiatan pesta minuman keras,” urai Kapolres.

Kisah tragis Sartikawati pun kini hanya tinggal kenangan. Keputusannya meninggalkan keluarga kecilnya ternyata harus berujung duka. Wardoyo