JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mengupas Warung Selat Segar dan Sup Matahari Bu Carik Sepuh di Sragen yang Viral dan Jadi Primadona hingga Luar Kota. Berawal dari Minimarket Terdampak Corona, Sentuhan Rasa dan Harga Miring Jadi Magnet Pemikat (Bagian 2)

Bu Carik Sepuh (tengah) dan dua putrinya, Christina (kanan) dan Catharina (kiri). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski sudah terkenal hingga luar kota, Warung Selat Segar dan Sup Matahari Bu Carik Sepuh di Dukuh Jetak Pabrik, Desa Jetak, Sidoharjo, Sragen ternyata baru dirintis sekitar setahun silam.

Bermodal tekad besar, Bu Carik Sepuh, Sri Sarmeni (59), kala itu mencoba peruntungan dengan banting setir ke dunia kuliner setelah usaha minimarketnya ambruk terdampak Corona.

“Dulunya kami punya usaha minimarket di samping rumah. Tapi setelah ada wabah Corona, ekonomi menurun dan omset kami makin terpuruk. Akhirnya bulan puasa tahun lalu (2020) saya memberanikan diri untuk merintis usaha kuliner. Awalnya saya coba jualan sup matahari via online. Pemasarannya dibantu anak-anak. Kok lancar dan banyak yang suka, akhirnya kami memutuskan merombak minimarket jadi warung ini,” papar Bu Carik Sepuh kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (13/4/2021).

Dari awal hanya jualan online, perlahan banyak pelanggan yang suka sehingga tekad Bu Carik pun makin mantab. Akhirnya pasca lebaran 2020 tepatnya di bulan Juli, ia dan anak-anaknya memutuskan mendirikan Warung Selat Segar dan Sup Matahari di rumahnya.

Di awal usaha, ia dibantu dua putri kandungnya yang ramah dan cantik yakni Bu Guru Christina Carly Dwisakti dan adiknya, Catharina Fibri Wulandari.

Baca Juga :  Sukodono Geger, Dibakar Cemburu Buta, Seorang Pria Ngamuk Tebas Tetangga Sendiri Pakai Celurit. Pelaku Ancam Habisi Semua Keluarganya, Suasana Sempat Mencekam

Keduanya berbagi tugas. Christina yang berprofesi sebagai guru membranding dan menggeber promo via media sosial dan jejaring teman di dinasnya. Sementara, Catharina membantu berinovasi dengan kreasi menu di dapur agar tetap memikat pelanggan.

Bu Carik menuturkan, awalnya perjalanan warung selat dan supnya baru terbatas pada pelanggan dan kenalan saja. Namun lambat laun, kelezatan sup dan selat racikannya mulai banyak mengundang penasaran masyarakat luar kota.

Imbasnya, perlahan tapi pasti jumlah pengunjung makin banyak dan langsung viral di media sosial.

“Namanya baru awal, dulu ya cuma sedikit yang laku. Tapi saya punya tekad pokoknya asal kita punya tekad dan berusaha, pasti akan ada jalan. Pertama hanya 50 porsi, sekarang bisa 400 porsi sehari. Puji Tuhan, makin lama makin ramai,” tutur Bu Carik.

Harga Terjangkau

Lebih lanjut, ia menguraikan warung selat dan supnya buka setiap hari dari jam 09.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Selain mengandalkan cita rasa khas dan bahan segar, harga miring juga menjadi salah satu pemikat. Ia menuturkan untuk sup hanya dibanderol Rp 9000 per porsi.

Baca Juga :  Wahai Pemerintah, Dengar Jeritan Puluhan Perajin Tahu di Kampung Teguhan Sragen. Harga Kedelai Mencekik Hingga Rp 11.000, Tiap Hari Nombok, Pingin Berhenti Bingung Mau Makan Apa!

Kemudian selat hanya Rp 12.000 per porsi dan gado-gado dipatok Rp 10.000 per porsi.

“Kalau sup iga memang harganya agak mahal Rp 30.000 per porsi. Untuk minuman yang paling laris di sini, es teh krampul,” urai Bu Carik Sepuh.

IMG 20210415 WA0009
Bu Carik Sepuh menunjukkan salah satu menu andalan Selat Segar. Foto/Wardoyo

Christina mengaku keluarga mensupport penuh usaha sang ibu. Bahkan meski di tengah kesibukannya mengajar, wanita cantik itu mengaku dirinya selalu menyempatkan membantu dengan mempromosikan hingga menjadi kasir setiap pulang dari tugas.

Ia mengaku tak canggung dan senang bisa membantu mengangkat usaha ibunya.

“Saya senang bisa membantu promosi ke teman-teman di dinas. Bahkan kadang saya sowan, saya tawarkan untuk menu rapat atau makan siang ke beberapa dinas dan ke teman-teman Pemda juga. Puji Tuhan ternyata banyak yang berkenan. Bahkan setelah kemarin viral banyak pengunjung dari luar kota yang nyari ke sini. Ada dari Malang, Surabaya, Jogja, Jakarta dan lainnya. Kalau lewat Sragen mesti nyari warung selat dan sup Bu Carik Sepuh,” imbuh Christina. (Wardoyo/Bersambung)