JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Terduga Teroris Condet-Bekasi Rakit Bom untuk Serang Mobil Patroli Polisi


JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Empat orang terduga teroris Condet-Bekasi diduga merakit bom untuk digunakan menyerang mobil patroli polisi saat terjadi demo.

Sebagaimana diketahui,  Kepolisan Daerah Metro Jaya menangkap empat terduga teroris di Jalan Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur dan Jalan Raya Cikarang, Bekasi, Jawa Barat pada Senin (29/3/2021).

Keempatnya adalah HH, BS, ZA, dan AJ.

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Muhammad Fadil Imran mengatakan polisi menemukan lima kaleng bom TATP atau triacetone triperoxide. Fadil mengatakan bom ini memiliki daya ledak besar.

Seorang sumber mengatakan keempat pelaku membahas pembuatan bom pada awal Januari 2021.

Baca Juga :  Ditangkap Densus 88, Munarman Duga, Bambang Setiono Sengaja Disusupkan ke FPI

“Pertemuan di rumah HH di Condet,” kata sumber ini, Sabtu (3/4/2021).

Pertemuan ini sebenarnya untuk membahas rencana setelah enam anggota laskar FPI tewas di tol Jakarta-Cikampek pada Desember 2020.

Dalam pertemuan ini, HH mengusulkan agar mereka mempersenjatai diri. Akhirnya disepakati untuk membuat bom.

Mulanya, mereka berencana membuat bom molotov. Namun, dalam perjalanannya mereka memutuskan membuat bom TATP.

“Bom ini rencananya digunakan untuk membuat kerusuhan saat ada demo dan untuk menyerang mobil patroli polisi,” kata sumber ini.

Baca Juga :  Kapolri Larang Media Eksternal Polri Liput Kegiatan Penangkapan

Menurut sumber ini, ZA yang bertugas aktif membuat bom. Sebab, kepada para teman-temannya itu, ZA mengaku mampu membuat bom TATP.

Kelompok ini bahkan pergi ke beberapa kota termasuk Sumedang untuk mencari bahan membuat bom.

Pada pertengahan Februari, mereka sudah menyelesaikan 5 bom TATP dalam kemasan minuman kaleng. HH lalu menyuruh ZA menyimpan kelima bom itu di bengkelnya.

Kapolda Metro Jaya Fadil Imran mengatakan polisi telah meledakkan kelima bom milik teroris Condet dan Bekasi ini. Polisi masih saat ini masih mendalami jaringan kelompok tersebut.   

www.tempo.co