JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Uji Coba PTM di SDN 2 Baturetno Wonogiri Ditunda Gegara Ada Guru yang Reaktif COVID-19, Dinas Putuskan Tak Ada Sekolah Pengganti Pilot Project

Uji coba PTM di SDN 1 Jatisrono Wonogiri. Dok. Kodim 0728

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dari lima SD yang menjadi pilot project uji coba pembelajaran tatap muka atau PTM di Wonogiri, hanya ada empat yang melaksanakannya. Pasalnya ada salah satu sekolah dasar yang ditunda.

Penundaan itu gegara salah satu guru di SD tersebut ada yang dinyatakan reaktif COVID-19. Sekolah yang menunda uji coba PTM adalah SDN 2 Baturetno, Wonogiri.

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri, Sriyanto, uji coba PTM di SDN 2 Baturetno Wonogiri ditunda. Ini lantaran ada salah satu guru yang reaktif berdasarkan hasil rapid test antigen.

Dia berujar, hasil rapid test keluar beberapa hari sebelum uji PTM dilaksanakan. Sehingga SDN 2 Baturento belum sempat menggelar PTM.

Baca Juga :  Kurangi Ketergantungan Beras, Penggunaan Bahan Pangan Lokal Perlu Digalakkan

“Akhirnya diputuskan uji coba di SDN 2 Baturetno ditunda dulu. Kami tidak mengganti ke SD lain,” kata dia saat dihubungi, Selasa (6/4/2021).

Sebagaimana diwartakan, Disdikbud Wonogiri menyatakan ada lima SMP dan lima SD yang dijadwalkan menggelar uji coba PTM. Lima SMP itu yakni SMPN 1 Wonogiri, SMPN 1 Eromoko, SMPN 1 Baturetno, SMPN 1 Jatiroto dan SMPN 1 Purwantoro. Sedangkan untuk SD yakni SDN 1 Wonogiri, SDN 2 Baturetno, SDN 1 Wuryantoro, SDN 1 Jatisrono dan SDN 2 Purwantoro.

Dengan adanya penundaaan di satu SD, saat ini pelaksana uji coba PTM adalah sejumlah lima SMP dan empat SD.

Baca Juga :  Aneka Olahan Tiwul yang Bisa Dinikmati Dalam Bentuk Ceriping Kue Basah Roti Sampai Intip, Tak Sekadar Pengganti Nasi Begini Cara Mengolahnya

Selain itu ada hal yang harus diperbaiki dalam uji coba PTM. Yakni mengatur kedatangan siswa pada sif kedua tidak tiba lebih awal di sekolah. Ini untuk menghindari adanya kerumunan.

Sriyanto mengatakan, sistem PTM dilakukan dengan sistem dua sif dalam satu hari. Sif pertama dimulai pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB atau dimulai pukul 07.30 WIB hingga 09.30 WIB. Jeda antar sif ada yang satu jam, ada yang dua jam, tergantung kondisi sekolah.

Disdikbud akan melakukan evaluasi uji coba selama satu pekan yang selanjutnya dilaporkan kepada Bupati. Untuk protokol kesehatan saat uji coba sudah diterapkan dengan baik. Aria