JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Harga Mencekik, Dinas Minta Agen Kedelai Impor di Sragen Tak Cari Untung Banyak. Perajin Diminta Rubah Strategi Seperti di Masaran

Pekerja di sentra tahu Kampung Teguhan Sragen mengemas tahu ke dalam plastik. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sragen menyatakan pihak agen penyuplai kedelai di Sragen tidak bisa berbuat banyak terkait mahalnya harga kedelai impor saat ini.

Meski demikian, dinas meminta agar agen tidak mencari untung banyak dalam menjual kedelai impor kepada perajin tahu.

Hal itu disampaikan Kepala Disperindag Kabupaten Sragen, Tedi Rosanto Selasa (18/5/2021). Terkait persoalan mahalnya harga kedelai impor yang dikeluhkan perajin tahu, pihaknya sudah mengambil langkah koordinasi dengan agen penyuplai kedelai di Sragen.

“Hasil koordinasi agen kedelai di Sragen, mereka membenarkan harga naik. Tapi tidak bisa berbuat banyak karena barang impor dan tidak ada pengganti dari lokal,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (18/5/2021).

Atas kondisi itu, Tedi menyampaikan
dinas sudah menghimbau agar agen tidak mencari untung banyak di tengah situasi seperti ini.

Baca Juga :  Kapolres Sragen Bongkar Rencana Geng Raharja21 Ajak Perang Geng Gaza dari Klaten. Tujuannya Hanya Untuk Ini

Sebaliknya, kepada perajin tahu, pihaknya menyebut bisa menempuh solusi dengan merubah strategi produksi.

“Beberapa waktu yang lalu kami turun ke lapangan. Pengrajin di daerah Masaran juga seperti itu,” katanya.

Lebih lanjut, Tedi menjelaskan perihal harga kedelai impor yang dikeluhkan mencekik saat ini, kewenangan dinas hanya memohon kepada pemerintah pusat agar pasokan bisa diperbanyak agar harga normal.

Tedi Rosanto. Foto/Wardoyo

“Persaingan dagang internasional sangat ketat di masa pandemi. Tapi kami (dinas) akan segera mengirimkan surat kepada Gubernur tentang keluhan warga Teguhan. Karena Sragen tergantung dari pemasok dari daerah lain. Itu yang membuat kami kesulitan untuk menekan harga kedelai,” jelasnya.

Pernyataan itu dilontarkan menyikapi keluhan puluhan perajin tahu di sentra produksi tahu Kampung Teguhan, Kelurahan Sragen, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen.

Mereka menjerit mengeluhkan mahalnya harga bahan baku kedelai impor dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga :  Kabar Baik, UMK Kabupaten Sragen 2023 Diusulkan Naik Mendekati Rp 2 Juta. Ini Bocorannya!

Salah satu perajin tahu, Suwolo (52) warga Kampung Teguhan RT 9/3 mengungkapkan saat ini harga kedelai impor sudah menembus angka Rp 11.000 perkilogram.

Harga itu jauh melambung dari harga sebelumnya yang berkisar di angka Rp 9.700 perkilo. Harga mulai meroket tajam sebelum Lebaran yang naik menjadi Rp 10.000 dan kini terus melonjak menyentuh harga tertinggi Rp 11.000.

“Semenjak ada Corona, harga kedelai impor nggak menentu. Dulu harga bisa Rp 6.500 perkilo, setelah Corona harganya langsung naik. Bukan kemarin harga Rp 9.700 sampai Rp 9.800 perkilo. Naik lagi jadi Rp 10.000, lalu turun sedikit, ini kemarin ambil sudah naik malah jadi Rp 11.000,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (18/5/2021).

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com