JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kumpulkan Tomas, Ketua RT dan RW, Bayu Dicurhati Soal Bantuan Covid-19 Tak Sentuh Semua Lapisan. Minta Warga Persuasif Antisipasi Pendatang

Wakil Ketua DPRD Sragen, Pujono Elly Bayu Effendi saat sharing dan buka bersama tokoh RT, RW dan Toga Tomas di Sragen Kulon, Selasa (4/5/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ada beragam cara dilakukan legislator untuk menjaring aspirasi dari masyarakat. Seperti yang dilakukan Wakil Ketua DPRD Sragen, Pujono Elly Bayu Effendi ini.

Di masa pandemi, legislator asal Kuwungsari, Sragen Kota itu memilih bersilaturahmi dengan para Ketua RT dan RW serta tokoh agama, tokoh masyarakat (Tomas) untuk mendapat masukan untuk kebaikan Sragen, Selasa (4/5/2021).

Sore tadi, legislator yang akrab disapa Bayu itu mengumpulkan sedikitnya 40 orang Ketua RT, RW dan tokoh di lingkungan Sragen Kulon. Acara sharing aspirasi itu dikemas bersamaan dengan buka puasa bersama.

Salah satu tokoh di RT 91/18, Sragen Kulon, Muhammad Sutrisno (47) mengatakan sangat antusias mengikuti acara bersama Bayu itu.

Sebab tak hanya sekadar buka bersama, lewat ajang itu para tokoh RT dan RW bisa memberikan masukan terkait program-program apa yang akan diusulkan demi kemajuan Sragen.

Terutama situasi pandemi covid-19 yang melanda saat ini. Menurutnya mayoritas keluhan yang muncul adalah seputar bantuan pemerintah untuk penanganan dampak Covid-19 yang dinilai belum bisa menyentuh semua lapisan masyarakat.

Baca Juga :  Berikut Daftar 4 Korban Kebakaran Hebat Gudang Minyak Chelsea, Toko dan Rumah di Ketro Tanon. Dua Masih Bocah dan 2 Kakek Nenek!

“Kadang yang dikeluhkan ada yang dapat ada yang tidak. Makanya antisipasi kita sebagai tokoh ya memberikan pemahaman kepada warga. Antisipasinya memaksimalkan program jogo tonggo,” paparnya ditemui usai acara.

Sutrisno menyampaikan saat ini, tren kasus Covid-19 memang cenderung turun. Namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan mengingat belakangan muncul kasus baru dari klaster layatan dan masjid.

“Alhamdulillah dari situ akhirnya jadi kewaspadaan satgas covid RT di lingkungan RT maupun kelurahan. Sekarang setiap ada pendatang atau pemudik, semua harus melaporkan bukti ada swab PCR ke Pak RT dan bidan. Instruksi Pak Lurah kami untuk menekan kasus covid-19 agar memberitahu saudaranya tidak usah mudik dulu. Kalau yang nekat nanti satgas akan mengambil tindakan,” terangnya.

IMG 20210504 WA0055
Pujono Elly Bayu Effendi. Foto/Wardoyo

Sementara, Bayu menyampaikan kegiatan sharing dan silaturahmi itu rutin ia lakukan menjelang Lebaran. Hal itu sebagai upaya menyerap aspirasi langsung dari para tokoh di lingkungan yang dinilai mewakili warga.

“Sekarang karena ada covid-19, maka kita rubah sistemnya. Kita undang para RT dan RW serta tokoh agama dan masyarakat. Dengan silaturahmi dan bukan bersama seperti ini, bisa saling memberi masukan apa yang dikeluhkan dan dibutuhkan warga,” paparnya.

Baca Juga :  Ugal-Ugalan Tabrak Emak-emak Hingga Tewas di Beloran Sragen, Sopir Bus Sumber Selamat Malah Berpeluang Lolos dari Jerat Penjara. Kok Bisa?

Dari ajang seperti itu, nantinya akan bisa memotret apa saja masukan dan kebutuhan warga untuk diperjuangkan lewat jalur legislasinya.

Sementara terkait masa pandemi, para tokoh itu juga sudah cukup memahami dan mayoritas sudah meningkatkan kewaspadaan.

“Sekarang yang ditingkatkan adalah antisipasi warga pendatang. Tiap-tiap RT mengantisipasi wilayah sendiri-sendiri. Tadi juga sudah sepakat warga pendatang tidak perlu dimusuhi tapi cukup didekati persuasif. Diminta swab antigen dan kalau negatif baru boleh berbaur dengan masyarakat. Sehingga saling jaga tanpa ada keresahan,” tuturnya.

Bayu yang juga Ketua DPD Golkar Sragen itu menambahkan acara serupa akan digelar secara bertahap. Setiap hari selama bulan ramadhan, pihaknya mengundang para tokoh RT dan RW secara bergantian.

“Ini tadi yang kita undang tokoh di 2 RW wilayah Sragen Kulon. Terus berlanjut dan target kami setidaknya para tokoh di wilayah Dapil I yang terjangkau,’ pungkasnya. Wardoyo