JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Mbledos Lagi, Klaster Hajatan Desa Ploso, Matesih Karanganyar.  Sebanyak 21 Warga dari Satu RW Positif Covid-19.  Berawal  Mbesan Dari Ngawi-Jatim

Babinsa tengah memberikan makanan kepada warga yang menjalani isolasi mandiri / Foto: Beni Indra
PPDB
PPDB
PPDB

Babinsa tengah memberikan makanan kepada warga yang menjalani isolasi mandiri / Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Setelah adem ayem dan grafiknya menurun, kini Kabupaten Karanganyar,  kembali diguncang penyebaran Covid-19 dengan basis klaster baru, yakni hajatan  yang pengembangannya ditopang usai sholat tarawih di masjid.

Dari 25 orang warga Dusun Bangeran RT 01 dan RT 02 Desa Ploso, Kecamatan Matesih yang sudah diswab diketahui sebanyak 21 orang positif Covid-19, di mana  satu orang warga dirawat di RS Moewardi Solo.

Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM menyebutkan, peristiwa itu terjadi pada akhir April 2021, bertepatan  pertengahan puasa tahun ini.

Kejadian diawali pada lima hari jelang puasa, sebanyak 40 orang warga Dusun  Bangeran RT 01 dan RT 02 Mbesan manten (melakukan lawatan mengiring calon mempelai nikah laki-laki ) ke Kabupaten Ngawi-Jatim sebanyak dua bus rombongan. Usai acara besanan tersebut rombongan pulang ke Matesih.

Lalu tiga hati kemudian gantian Ngunduh maten, rombongan pengantin dari Ngawi melakukan lawatan ke rumah manten laki-laki Dusun Bangeran, Desa Ploso.

Di sela menunggu acara ngunduh manten dimulai, rombongan manten dari Ngawi sekitar 50 orang itu menyempatkan mampir sholat tarawih di masjid Dusun Bangeran yang letaknya berdekatan dengan rumah pengantin laki-laki.

Sekitar 50 orang warga Ngawi sholat tarawih berjamaah membaur bersama warga setempat,  sehingga daya tampung masjid menjadi padat dan shof masjid berhimpitan. Dan,  rata-rata rombongan tidak mengenakan masker saat  berada di masjid.

Begitu rampung sholat tarawih,  rombongan kembali ke acara pernikahan yang  berjalan sekitar satu jam selesai dan rombongan pulang ke Ngawi.

Pasca kepulangan rombongan ke Ngawi, selang tiga hari berikutnya,  warga Bangeran terserang batuk akut pada saat tarawih di masjid, sehingga sholat menjadi kurang khusyuk.

Menyadari kondisi batuk akut itu, warga ketakutan akhirnya tiga warga menjalani swab mandiri yakni T (40), S (50) dan W (22).

Alhasil, dari swab mandiri tersebut ketiganya dinyatakan positif Covid-19. Akhirnya kabar ketiga warga positif Covid-19 itu mendorong Pemdes Ploso untuk melakukan swab massal oleh Puskemas Matesih.
Hasilnya, dari 30 orang, sebanyak 21 orang dinyatakan positip Covid-19.  Bahkan satu orang tetpaksa harus  dirawat di RS Dr Moewardi Solo sejak diswab hingga sekarang belum pulang.

Kepala Desa Ploso, Hendri Widayati / Foto: Beni Indra

Kepala Desa Ploso, Hendri Widayati  mengatakan, sejak diketahui sebanyak 21 orang positif  Covid-19, Pemdes langsung melakukan tindakan cepat dengan mengerahkan Jogo Tonggo guna melayani selama isolasi mandiri.

“Ya memang prosesnya diawali dari mbesan dilanjutkan ngunduh sehingga boleh dikata ini merupakan Klaster hajatan,” ujarnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (6/5/2021).

Namun lanjut Kades Ploso, kini kondisinya sebanyak 20 orang relatif membaik dan selalu dalam monitoring .

“Hanya satu dari 22 orang yang dirawat di RS Dr Moewardi Solo hingga sekarang belum pulang, kami berdoa semoga lekas sembuh,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Matesih, dr Endang Sulastri mengatakan sudah dilakukan pemantauan isomannya dengan bidan desa Babin dan Babin Kamtibnas.

” Alhamdullilah hasilnya sudah membaik semua,” tandasnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (6/5/2021).

Menurut dr Endang Sulastri,  untuk kebutuhan obat dan vitamin serta makanan diberikan dari kerja sama warga dan Puskesmas terkait obat dan vitamin yang harus dikonsumsinya. Beni Indra