JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mediasi Buntu, Ribuan Buruh PT DMST Sragen Sepakat Tolak Tawaran THR Hanya Dibayar 70 % dan Dicicil. Sepakat Tuntut THR Harus 100 %!

Ilustrasi demo buruh menolak UMK. Foto/istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ribuan buruh di pabrik PT Delta Merlin Sandang Tekstil (DMST) di Sragen bersikukuh menolak kebijakan perusahaan yang hanya akan membayar tunjangan hari raya (THR) sebesar 70 persen saja.

Mereka tetap menuntut THR bisa dibayar 100 persen tanpa dicicil. Hal itu terungkap dalam pembahasan persoalan THR antara perwakilan serikat pekerja DMST dengan perwakilan DMST di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sragen, Kamis (6/5/2021).

Baca Juga :  Bupati Sragen Ungkap Banyak yang Tanya Kenapa Mall Pelayanan Publik Dibangun. Ini Penjelasannya!

Dalam mediasi itu, tidak ada titik temu antara tuntutan buruh dengan perusahaan. Dari pihak pengusaha tetap ngotot hanya sanggup membayar THR 70 % dari gaji buruh.

Pembayarannya 30 % di bayar sebelum hari raya dan 40 % sisanya dicicil dengan dibayar 4 kali selama 4 bulan.

Advertisement

“Dari perwakilan buruh tetap minta THR 100 % sesuai aturan. Memang tidak tercapai kesepakatan,” papar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992 Kabupaten Sragen, Joko Supriyanto yang mendampingi serikat pekerja usai mediasi.

Baca Juga :  Rame Saling Serang Barisan Banteng VS Celeng, Ini Tanggapan DPC PDIP Sragen
Proses mediasi di Disnaker. Foto/Wardoyo

Joko menguraikan karena tidak ada kesepakatan, maka kemungkinan masih akan dilakukan mediasi lanjutan.

Sehingga THR 2021 dimungkinkan baru akan diberikan setelah adanya kesepakatan kedua belah pihak.

Ia menyampaikan persoalan THR itu mencuat dari serikat buruh di pabrik DMST 2 yang berlokasi di Purwosuman, Sidoharjo.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua